IoT Sistem Monitoring Pompa Air. Sebuah Prototype.

Inilah produk jadinya. Sebuah prototype real time equipment monitoring berbasis internet of things. Halah.

Dari beberapa komentar menarik di postingan saya sebelumnya adalah: kok ribet banget dan tidak tepat sasaran. Kalau boleh saya teruskan: tinggal panggil tukang pompa atau sekalian ganti pompanya masalah selesai. Ini kalau menghitung biaya sistemnya bisa jadi setengah dari harga pompa airnya sendiri (meskipun saya memakai bahan-bahan yang sudah saya punya sebagai “mainan”) hehehe…

But that’s not the case. Masalah pompa hanyalah sekadar contoh nyata yang memang sengaja dicari-cari. Di mana letak tantangannya kalau sebuah masalah diselesaikan dengan cara yang biasa? Memang ini proyekan iseng hehehe. Ide selintas saya ini begitu menarik buat saya karena mencakup banyak sekali aspek yang menggoda buat dieksplorasi: hardware dan software sekaligus. Juga hal yang baru saja terpikirkan sekarang. Ini adalah prototype kecil dari sebuah sistem aset manajemen dengan real time monitoring.

Apa yang bisa didapat dari alat elektronika yang dijejalkan ke dalam bekas wadah sabun Rinso ini? Alat ini memiliki dua sensor yang mengamati listrik dan air (voltage dan gauge). Listrik menyala, berarti air di toren kurang dan perlu segera diisi. Ini memakai sensor tegangan yang disambungkan ke mikrokontroler WeMos D1 Mini (semacam Arduino tapi versi yang lebih murah). Kemudian satu sensor lagi mengamati pressure gauge yang menandakan ada aliran air atau tidak. Ini yang memutar memakai kamera dan machine learning untuk menentukan menyala atau tidak.

Dari dua macam sensor ini bisa didevelop dua sistem peringatan dini:

  • Jika listrik menyala, tapi pressure gauge mati, air tidak bisa naik. Ada masalah yang harus segera ditangani sebelum buffer air di toren habis.
  • Jika listrik menyala, pressure gauge menyala, tapi menyala terlalu lama dari rata-rata running time-nya, artinya ada sesuatu yang tidak beres. Mungkin pipa di bawah sudah dipenuhi lumpur sehingga air yang naik terlalu sedikit sehingga pompa menyala terlalu lama. Mungkin pipa perlu diangkat dan dibersihkan.

Buat kebutuhan saya ini saja sudah cukup. Sistem akan mengirimkan email ketika ada anomali ini. Tapi dalam skala yang lebih besar, cara kerja IoT pada dasarnya sama. Misalnya, trigger dari berbagai macam sensor ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan update condition monitoring pada sistem CMMS (Computerized Maintenance Management System) yang selanjutnya berdasarkan rule, sistem CMMS akan membuat sebuah workorder otomatis yang harus ditindaklanjuti oleh personil lapangan.

Dengan demikian, proses perawatan alat bisa dilakukan lebih efisien. Sudah dalam ranah predictive maintenance bukan lagi preventive maintenance, apalagi reactive/corrective maintenance. Biaya perawatan akan dapat ditekan.

2 thoughts

  1. Keren sekali mas, kalau sudah beberapa bulan mohon di bandingkan mas, ketika penggunaan sistem ini dan ketika tidak memakai.

    Mungkin bisa kelihatan seberapa manfaat besarnya.

    Oh ya, salam kenal mas.

    1. Salam kenal mas. Manfaat yang langsung terasa ketika pas air tidak mau naik, langsung ketahuan sebelum kehabisan air. Cuma negatifnya, jadi cemas kalau pompa menyala terlalu lama dari biasanya. Kuatir ada masalah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *