Tentang Freelancing

Saya dekat dengan dunia freelance sejak kuliah. Saya suka karena dunia ini memungkinkan kita mendapatkan uang tambahan dengan bekerja paruh waktu. Mulai dari ikut proyek dosen, bantu kakak senior mengerjakan proyekan dia. Lumayan, sambil belajar kerja praktis di lapangan juga dapat tambahan uang saku.

Sampai bekerja pun saya masih mengerjakan freelance. Motivasinya agak berubah sedikit, untuk silaturahmi atau istilah bisnisnya: networking. Dengan freelance saya bisa membangun network dengan teman-teman dan kenalan-kenalan baru di luar kantor, yang bisa berlanjut ke mana saja.

Terus saya juga pernah mencoba freelance pakai marketplace global ataupun yang lokalan. Cuma tidak pernah memuaskan. Berat sekali meyakinkan calon pemberi pekerjaan kalau kita kompeten. Dan karena banyak sekali saingan, harga penawaran tidak pernah bagus.

Saya yakin dari sisi pemberi pekerjaan juga sama sulitnya mencari mana yang benar-benar berkualitas karena saking banyaknya penawar. Jelas ada inefisiensi di sini. Memulai karir freelance di marketplace begini sangat sulit — untuk mengatakan tidak mungkin. Buat saya jauh lebih mudah dan memuaskan mendapatkan pekerjaan paruh waktu melalui teman-teman yang sudah kita kenal baik. Lalu kemudian teman kita tersebut merekomendasikan ke temannya lagi. Dan seterusnya. Makanya namanya networking. Seperti jaring laba-laba.

Begitu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *