Berkunjung ke Sanrio Hello Kitty, Thomas Town, dan Legoland Malaysia Lewat Singapura (Bagian 4)

Hari kedua: LegoLand.

Atas nama efisiensi, kami tidak menginap di hotel LegoLand yang lokasinya menempel. Mendingan budget-nya buat beli mainan Lego yang tak kalah mahal. Hotel Somerset Puteri Harbour punya layanan shuttle bus antar jemput ke LegoLand. Jadi sehari sebelumnya, sepulang dari Thomas Town, saya ke resepsionis untuk pesan mobil shuttle besok pagi.

Pukul 09:00 pagi, kami diantar dengan mobil Toyota HiAce dengan sopir beretnis India yang ramah. Dari semua penumpang hotel, hanya kami saja yang memesan mobil shuttle ke Lego Land. Sekalian saya minta dijemput sore harinya jam 16:00. Cuaca hujan deras sejak subuh. Waktu berangkat masih gerimis. Alhamdulillah, sesampainya di Lego Land, hujan reda. Lokasi drop off ada di lobbi Mall of Medini, dan untuk menuju gerbang utama Lego Land kita harus jalan kaki lumayan.

Sayang sekali gerbang Lego Land Malaysia! yang terkenal itu sedang renovasi, jadi kami tidak bisa berfoto di situ. Sedang ada pembangunan wahana baru yang mirip Sea World atau Jakarta Aquarium begitu. Gerbang baru buka jam 10 pagi, saya antri di depan loket untuk menukarkan tiket. Tidak lama saya dihampiri petugas dan menanyakan apakah saya sudah punya tiket elektronik, saya jawab iya, ternyata bisa langsung ke gerbang untuk scan masuk.

Menjelang pukul 10 pagi, ternyata mereka punya ritual buka gerbang. Semua petugas berdiri dan menari sambil diiringi lagu baby shark, theme song Lego the movies, lalu beberapa lagu yang saya tidak kenal. Setelah itu gerbang dibuka, dan HELLLOOOO LEGOO LAAANDDD hehehe… pengalaman baru buat semua, termasuk bapak ibunya.

Wahana pertama, tentu saja adalah Lego Land tour dengan kereta api. Kereta api bergerak mengelilingi semua wahana. Kami baru menyadari kalau area Lego Land ini tidak terlalu luas. Sama sekali bukan tandingan Ancol (dalam hal luas ya hehe). Tapi kereta ini benar-benar menjadi tur yang menyenangkan karena semua wahana terlihat. Beda dengan Ancol yang kereta kelilingnya berjalan lambat dan lewat bagian belakang wahana sehingga pemandangannya kalau bukan tumpukan sampah ya halaman belakang yang kotor. Marketing yang berbeda.

New photo by Galih Satriaji / Google Photos
New photo by Galih Satriaji / Google Photos

Turun kereta saya mengajak anak-anak melihat-lihat mini land — gedung-gedung khas dari negara-negara di Asia dibuatkan miniaturnya dari Lego. Indonesia kebagian Pura Tanah Lot, Bali. Seperti Taman Mini Indonesia Indah dalam bentuk kecil, miniatur, atau maket. Sayang anak-anak tidak terlalu suka, padahal saya suka sekali di sini.

New photo by Galih Satriaji / Google Photos

Kami melanjutkan berjalan-jalan di situ. Bermain kreasi Lego — tentu saja si Zafran belum terlalu bisa karena belum punya lego yang banyak — tapi sepulang dari sana kreativitasnya dalam menyusun balok Lego berkembang pesat. Dari sana lalu naik perahu-perahuan kayak di Floating Market, Lembang, lalu yang paling seru mencoba menyetir mobil listrik di taman lalu lintas mini. Umur Zafran belum mencukupi buat bermain di taman lalu lintas yang besar.

New photo by Galih Satriaji / Google Photos
New photo by Galih Satriaji / Google Photos

Kami makan siang di restaurant di dalam LegoLand, makan fish and chips dan nasi ayam panggang. Saya makan kentang goreng saja (bapaknya ngirit pol hahaha). Setelah itu menghabiskan waktu di toko suvenir yang menjual mainan Lego (yang sebenarnya di Jakarta juga banyak, tapi ndak apa-apa buat kenang-kenangan). Zafran membeli Lego Duplo train set yang sudah lama dia idam-idamkan — yang selalu saya tolak kalau dia minta — karena harganya mahal. Kinan membeli Lego Duplo juga yang versi kecil. Lalu untuk mereka berdua saya belikan Lego Classic buat berkreasi. Tidak lupa membeli kaos dan tumbler, buat kenang-kenangan kami berempat.

Lepas dari situ, belanjaan sudah cukup banyak, karena hari masih siang, masih ada waktu sebelum shuttle menjemput, saya mengajak jalan-jalan ke arah water park meskipun kami tidak punya tiket masuknya. Melewati wahana roller coasterĀ  dengan augmented reality pertama di Asia. Sayang tidak naik karena saya takut ketinggian hehehe. Saya menyempatkan masuk wahana Star Wars yang ternyata isinya cuma lego-lego seri Star Wars. “Cuma tengok-tengok saja”.

Menjelang jam empat sore, karena sudah ada janji dengan shuttle hotel, kami segera menyudahi kunjungan ke Lego Land dan kembali ke lobi Mall of Medini. Ini jadi perjuangan tersendiri karena anak-anak sudah capek, minta gendong, dan kami harus membawa belanjaan yang lumayan banyak buat berjalan kaki.

New photo by Galih Satriaji / Google Photos
New photo by Galih Satriaji / Google Photos

Sampai hotel, seperti biasa, anak-anak melanjutkan bermain di depan TV. Mandi, lalu makan di Mana Cafe di sebelah hotel yang murah meriahnya menyenangkan sekali. Besok, siap-siap untuk melanjutkan perjalanan pulang kembali ke Indonesia. Melintasi Singapura lagi. Waktu itu, rasanya pengen ganti pesawat saja dari Senai langsung ke Jakarta biar ga ribet imigrasi hehehe…

(Masih bersambung, semoga ndak bosan bacanya ya — kayak ada yang baca saja wkwkwk)

New photo by Galih Satriaji / Google Photos

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *