Best Time

Sore kemarin, saya bersiap-siap berbuka puasa. Seperti biasa saya lebih suka makan di lantai sambil membaca buku (saya lagi membaca Twivortiare-nya Ika Natassa). Seperti biasa Zafran bermain berlari-lari ke sana ke mari.

Tiba-tiba Zafran duduk di paha saya lalu merebut sendok lalu menyendok isi piring. Tentu saja berantakan. Si mbak-nya melarang dan mencoba mengalihkan perhatiannya. Saya bilang nggak apa-apa biarin aja.

Hal yang tidak terduga adalah dia lalu menyuapi saya sambil senyum-senyum. Pas nasinya mau jatuh, saya refleks berseru, “Aduh aduh!” Eh lha dia malah ketawa terpingkal-pingkal. Jadi seru sekali karena menyendoknya semakin berantakan karena sambil ketawa dan pas saya bilang, “Aduh aduh!” ia tambah terpingkal-pingkal. Sampai bundanya yang lagi sholat tidak konsen dan bergegas mencari tahu.

One of my best time.

Dalam seminggu kami tidak punya terlalu banyak waktu buat bermain bersama. Saya sendiri seringnya sibuk sendiri dengan gadget. Sudah kecanduan parah. Tapi kejadian-kejadian begini yang membuat saya harus segera mengobati kecanduan gadget ini. Di rumah adalah waktu bersama keluarga. Bukan waktu buat ngeblog, ngetwit, atau ngoding.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

3 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *