Home Automation: Rencana untuk Pengairan Taman

Sejak taman saya kekeringan ditinggal mudik lebaran kemarin, saya belum merapikannya kembali. Selain menunggu musim hujan tiba, saya harus menemukan cara bagaimana mereka bisa selamat jika ditinggal.

Setelah searching-searching dengan semangat do-it-yourself, rencana saya begini:

Home Automation

Ada satu kran air di parkiran mobil di depan. Ini akan saya sambungkan ke pipa lalu saya alirkan ke taman depan dan taman samping. Kemudian ujungnya saya kasih sprinkler. Apa itu sprinkler? Itu adalah kran otomatis khusus untuk menyiram tanaman yang airnya bisa muter-muter ke sana kemari. Anak saya senang sekali pas lihat itu di Taman Tabebuya. Cuma saya belum tahu apakah ada sprinkler kecil buat petak taman 2×3 meter.

Rencana berikutnya adalah otomatisasinya. Di sini rencananya saya pakai kran elektrik (selenoid valve). Ini adalah kran yang jika dialiri listrik, katupnya akan membuka atau menutup (tergantung kran-nya normally open atau normally close). Dengan kran listrik, saya bisa mengendalikan on/off-nya melalui relay. Apa itu relay? Itu adalah saklar yang digerakkan oleh arus listrik. Saya mengenalnya waktu belajar elektronika waktu SMP dulu.

Sekarang the sweetest point, high tech-nya, kwkwkw. Relay ini akan saya sambungin ke Raspberry Pi yang memiliki pin GPIO. Pin GPIO ini bisa diprogram untuk mengeluarkan arus listrik. Programnya pakai Python script. Sampai di sini urusannya pindah dari tukang solder ke tukang coding. Karena sudah bisa dikendalikan dari komputer, saya bisa mengaturnya supaya bisa dikendalikan melalui internet. Dengan CCTV — yang juga DIY — yang sudah bisa dinikmati dari internet, saya bisa melihat gerak-gerik sprinkler dari luar kota ketika saya membuka kran elektronik itu.

Jadi begitulah rencananya. Yang belum kepikiran, kalau di tengah-tengah menyiram tanaman jarak jauh itu terus internet rumah putus, bagaimana cara mematikan krannya? Bisa-bisa air satu toren habis itu, hehehe…

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

7 comments

  1. takut koneksi internet putus? coba aja pake sensor cahaya LDR untuk jaga2 sebagai cadangan, jd pas gelap mati sendiri deh ehehe ditunggu reviewnya kalo proyeknya jadi, mas 😀

  2. Kalo menurut saya kok mending pakai scheduling y mas. Jadi setiap jam hh:mm, sprinkler akan menyiram setiap x menit. Njagani kalau misal command dikirim via online, nanti pas samean kirim command, ada delay / rto, samean kirim2 command, gak masuk2, begitu inetnya lancar terkirim command sakndayak yg td delay 😀

  3. wah ini ide keren banget. dulu ada temen PENS bikin otomasi penyiraman taman, ketika indikator kelembaban tanah menunjukkan angka sekian, maka otomatis kran menyala..

Leave a Reply to Galih Satria Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *