Catatan Mudik Tentang Tol Cipali

Tol Cikopo – Palimanan yang baru dibuka sebelum lebaran memang jadi buah bibir. Mulai dari matinya perekonomian di jalur Pantura hingga banyaknya kecelakaan yang terjadi di tol ini. Sayangnya, yang lebih banyak dibahas malah sisi mistik-nya, tentang kuburan yang dipindah, tentang batu yang misterius, dsb. Justru sisi safety-nya jarang atau malah tidak mendapat fokus utama.

Waktu saya mencoba tol ini waktu mudik kemarin, memang bahayanya sangat terasa. Lebih berbahaya daripada tol Purbaleunyi yang naik turun. Banyak faktor yang jika pengemudi tidak waspada dan menerapkan safety driving, bisa berujung celaka. Faktor pertama, tol ini lurus dan mulus. Yang ga niat ngebut aja pasti kaget waktu lihat speedometer. Saya tidak merasa menginjak gas, tapi tiba-tiba saja jarum sudah di 130 km/jam. Cenderung malas buat menurunkan ke kecepatan normal yang aman 80-100 km/jam.

Faktor kedua, karena materialnya kebanyakan dari beton, di siang hari silau. Bikin nglangut, ngelamun, dan akhirnya ngantuk. Faktor ketiga, angin samping yang kencang. Makin kencang mobil, makin kerasa anginnya. Siapapun yang memacu kecepatan mobil di atas kemampuan aerodinamika aslinya dalam ancaman.

Tapi siapa yang peduli dengan safety driving? Siapa yang kenal dengan kemampuan mobilnya? Setiap orang berlagak seperti Fernando Alonso atau Sebastian Vettel. Tidak mengambil jarak aman, minimal 100 meter dari mobil depan (by the way itu space-nya cukup lebar buat dimasuki mobil lain, biasanya orang jarang yang mau kasih space, ga mau disalip) Masya Allah. Avanza atau Xenia dikebut 140 km/jam, zig-zag, mendahului lewat bahu jalan. Saya pernah bawa Xenia om saya di tol Jakarta-Merak, jalan 90 km/jam saja sudah ngeri, nggobik ke kanan ke kiri kalau bermanuver.

Entah saya yang ngga bisa nyetir atau nggak punya nyali, saya tidak tahu.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

3 comments

  1. 130 km/jam? 😮
    saya nyetir di atas 80 km/jam aja sudah deg2an
    ya namanya jg jalan bebas hambatan dan masih belum rampung dan pengen cepet2 mudik..

  2. gimana kasih space, lha wong ada space sedikit aja duo kaleng itu nekat nyelip. mau ga mau yg belakang kudu ngalah nge rem sambil menggerutu….:-D

Leave a Reply to Galih Satria Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *