Tarhib Ramadhan 1436H: Mencoba Lebih Menghayati

Karena tuntutan diet dan harus menurunkan berat badan, saya memaksa fisik saya bergerak lebih banyak dengan naik bus Trans Jakarta. Motor diparkir di Ragunan, kemudian jalan kaki dari halte Mampang sampai kantor yang berjarak kira-kira 800 meter. Bolak balik pagi dan sore lumayan lah.

Di dalam busway itulah saya menyadari kalau saya telah mendzolimi banyak orang waktu saya naik motor dan masuk jalur busway. Mendzolimi orang yang berdiri di dalam bus dan yang sedang antri di halte. Perjalanan bus menjadi lebih lama gara-gara orang masuk jalur busway. Asli dosa itu. Naik transportasi umum itu lebih mahal dan lebih lama kalau dibanding naik motor. Tapi kadang-kadang tidak mungkin untuk mengerti sebelum berada di posisi yang kita dzolimi.

Seharusnya Ramadhan adalah ibadah yang membuat kita lebih peka hal-hal seperti ini. Seharusnya puasa tidak hanya menahan haus dan lapar, tetapi pemaknaannya bisa lebih jauh daripada sekedar syariat sahnya saja. Seharusnya puasa tidak hanya jumlah berapa kali khatam Al-Qur’an, tetapi apakah ada hikmah yang bisa diambil dan dihayati dari sana.

Itu saja. Mohon maaf jika saya mulai sok ngustadz lagi. Maklum, aji mumpung tahunan, hehehe… Ini adalah nasihat untuk diri saya sendiri. Maafkeun jika ada salah-salah kata yang kurang berkenan. Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1436 H.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

10 thoughts

  1. selamat menyambut romadhon bro. introspeksi macam ini luar biasa ampuh dibanding mendengar ceramah ustadz kondang hehehe…

    maaf lahir batin 🙂

  2. selamat berpuasa juga, mas.
    kemarin aku ke Jakarta dan mencoba naik Go-Jek, dan sopir gojek-nya masuk ke jalur busway karena aku bilang aku butuh cepat sampai lokasi sebelum telat. aku merasa kotor 🙁
    terima kasih sudah diingatkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *