Ketika Zafran Minta Mainan untuk Pertama Kalinya

Kemarin kami berkunjung ke IKEA Indonesia di Alam Sutera, setelah sekian lama toko itu dibuka. Saya pikir euforia kehadiran IKEA di Indonesia sudah lewat sehingga toko itu sudah tidak penuh sesak lagi.

Sampai sana langsung terkagum-kagum dan pengen beli semua (untung ga ada duit) hehehe. Layout tokonya yang dibikin mengalir jadi mengingatkan saya suatu malam di kelas S2 yang sedang membahas business case IKEA. Teman-teman saya yang sudah ke IKEA di luar negeri manggut-manggut mengerti dan antusias. Sementara saya cuma bisa membayangkan saja.

Sampai di suatu sudut tempat dunia anak.

Tiba-tiba Zafran menangis. Nangisnya serius lagi. Waktu kembali ke tempat mainan, ia diam dan mulai bermain dengan boneka beruang, ikan hiu, dan boneka hewan-hewan yang lucu. Saya terbengong. Saya mencoba mengalihkan perhatian dan menggendongnya pergi. Dia menangis lagi. Lebih kencang. Begitu sampai tiga kali sampai bundanya mengkonfirmasi bahwa ia memang mau boneka itu.

Jadi begitulah. Zafran sudah mengerti. Anak sepuluh bulan itu sudah bisa minta mainan. Dan sepanjang jalan pulang, ia duduk di car seat sambil terus main sama boneka beruang sambil ketawa-ketawa. Alhamdulillah.

Published
Categorized as Keluarga

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

  1. wahahaha… begitulah bahasa anak kecil bro. kalo umurnya sudah cukup, dia tidak akan nangis lagi, tapi langsung comot itu benda yang dimaui 😉

Leave a Reply to warm Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *