Mengurus Perpanjangan STNK di Samsat Jakarta Selatan

Akhirnya untuk pertama kalinya saya mengurus perpanjangan STNK di Samsat Polda Metro Jaya. Sejak resmi berdeklarasi untuk tinggal di Jakarta Selatan, semua kendaraan telah berubah dari AG menjadi B. Ini juga pertama kalinya saya mengurus perpanjangan STNK sendiri — sebelumnya yang ngurus selalu Bapak, tinggal kirim STNK saja ke Tulungagung.

Lokasi Samsat Jakarta Selatan ada di Komdak Semanggi. Saya pernah ke situ waktu melakukan cek fisik bantuan tahun lalu. Saya juga baru tahu kalau ternyata ada layanan Samsat drive-thru kayak Starbucks atau McDonnald begitu, tapi tampaknya khususon buat yang bawa mobil. Meskipun saya akan perpanjang STNK mobil, saya tidak yakin saya akan diterima jika saya sok-sokan antri ke drive-thru pakai sepeda motor hehe…

Lokasi untuk roda empat ada di lantai satu. Sampai di sana kesan yang saya dapat sama seperti waktu saya ke Pengadilan Negeri Jakpus nebus STNK yang ditilang. Bingung.

Jadi langkah pertama, cari dulu tempat ambil formulir. Dapat formulir saya sadar kalau di tas ga ada bolpen. Orang IT banget pokoknya saya itu. Mau pinjam punya orang kok kayaknya orang-orang di sini sibuk semua. Akhirnya saya keluar gedung, untung di ujung sono ada Indomaret sehingga bisa beli bolpen di sana.

Langkah berikutnya adalah fotokopi. Tempat fotokopi tidak jelas, ada di dalam loket yang label-nya tidak ada hubungannya. Letaknya di sebelah kanan dekat pintu keluar. Kasih semua dokumen ke loket ini: STNK, BPKB, dan KTP.

Kemudian saya kembali ke loket 1 untuk memasukkan berkas. Di situ ada terminal komputer untuk mencetak antrian. Pencet saja layar sentuhnya, keluar dua lembar nomor antrian. Kasih berkas dan nomor antrian ke pak polisi yang ada di loket satu. Beliau memeriksa kelengkapan dokumen. Karena STNK atas nama isteri, saya diminta KTP juga. Saya bilang saya  suaminya. Masih ditanya tinggal serumah? Iya pak. Menurut ngana…

Setelah itu tunggu sampai nomor antrian saya dipanggil. Saya diberi kertas tagihan bayar pajak. Tagihan itu lalu dibawa ke loket sebelah yang berlabel Bank DKI. Hanya menerima cash, tidak bisa gesek kartu debit bank lain. Kartu kredit juga tidak bisa. Jadi saya harus ambil dulu ke ATM. Tidak ada ATM Bank Mandiri di situ, adanya Bank DKI. Jadi mending bawa uang cash dulu sebelum masuk ruangan ini.

Setelah itu nunggu lagi sampai ada pengumuman dari mesin bersuara perempuan yang menyebutkan STNK telah selesai. Saya maju ke loket pengambilan dengan membawa bukti pembayaran pajak. Prosesnya cepat, satu jam saja kurang lebih. Setelah itu kembali ke kantor dan bekerja lagi seperti biasa.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

4 comments

  1. sampe detil gitu ditulis prosesnya, tp ngebantu banget bagi yg mau ngurus STNK, saya sendiri ngurus ginian lebih suka ke layanan mobile polisi itu, yg biasanya juga ngelayanin perpanjangan SIM, lebih ringkes dan cepet juga hehe

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *