Gudang Ilmu Lagi: iTunes U dan TED

Saya pernah memperkenalkan tentang Coursera di sini. Sebuah website yang memungkinkan kita untuk mengikuti kuliah-kuliah dari perguruan tinggi di seluruh dunia secara cuma-cuma. Tetapi buat saya Coursera terlalu mirip dengan perkuliahan asli. Ada waktu kapan kelas dibuka dan hanya dalam waktu itu sajalah kita bisa mengikuti perkuliahan secara aktif (walaupun setelah itu masih bisa lihat archive-nya). Saya tidak pernah bisa mengikuti satu topik secara penuh.

iTunes U

Saya baca artikel di Lifehacker kalau ga salah ketika mengetahui iTunes U. Ini mirip dengan Coursera dimana banyak universitas-universitas membagikan program kuliahnya secara cuma-cuma. Bedanya dengan Coursera, iTunes U lebih fleksibel, lebih mirip kumpulan video yang bisa dilihat kapan saja. Saya sedang semangat mengikuti kuliah dari Stanford University tentang membuat aplikasi di iOS dengan XCode.

Saya sudah lama ingin mempelajari iOS development (bahasa Objective C), tapi merasa Mac saya berat ga cukup buat itu. Setelah upgrade OS X ke Yosemite ternyata Mac saya jadi cepat lagi. Apalagi sudah ada bahasa baru yang lebih modern yang diperkenalkan, yaitu Swift.

Ngomong-ngomong, saya merasa ga ada yang khusus dengan kuliahnya Stanford, sepertinya sama saja dengan kuliah di ITS atau Binus. Materi yang diberikan juga begitu-begitu juga, ga ada yang kelas dewa gitu (secara kan univesitas top sedunia). Mungkin yang bikin beda mahasiswanya kali ya.

iTunes U bisa dinikmati di aplikasi iTunes (Mac atau PC) dan aplikasi iTunes U (iPhone dan iPad).

TED

TED adalah kumpulan orang-orang hebat men-share ide mereka dalam sebuah conference. Science, Finance, Ekonomi, dan disiplin ilmu lain ada di sini. Ini seperti melihat presentasi jurnal ilmiah tetapi dalam bahasa yang lebih awam. Saya baru tahu kalau otak itu bukan sebuah single super processor, tetapi kumpulan banyak processor yang masing-masing memiliki spesialisasi. Ada yang khusus mengenali wajah, warna, musik, dll. Ini dari presentasi Ibu Nancy Kanwisher di halaman ini.

Semua hal tadi disajikan dalam bentuk multimedia (khususnya video). Jadi, sekali lagi, internet cepat buat apa? Buat belajar pak!

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

1 comment

  1. Menanti realisasi Pak Menkominfo yang baru, internet cepat dan merata 😀

    Di desa tempat tinggal paling bagus cuma 3, itupun ga stabil.
    Coba pasang speedy, katanya slot daerah tinggal sudah habis (ga bisa pasang line telp).

    *bukan curhat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *