Membuat CCTV Alternatif yang Murah (1)

Siapa yang tidak memimpikan memiliki CCTV sendiri di rumah, apalagi yang bisa diakses dari internet? Tetapi hingga saat ini sebuah surveillance camera system seperti itu nampaknya masih menjadi barang yang mahal. Tadi barusan saya lihat iklan online, harga paket CCTV untuk dua kamera bisa mencapai tiga juta rupiah. Satu kamera ada yang menghargai 250 ribu untuk jasa pasangnya saja.

Apakah tidak mungkin membuat sebuah sistem CCTV yang berbasis komputer dengan harga yang jauh lebih murah? Tentu saja bisa! Sejak datangnya era komputer murah seukuran kartu kredit yang bernama Raspberry-pi, ada banyak hal yang bisa dikerjakan dengan biaya murah, termasuk sebuah sistem CCTV. Apa saja yang diperlukan?

1. Komputer

Ini adalah otak dari sistem kita. Spek-nya sangat minim. Kita bisa memakai komputer bekas jaman kuliah yang masih Intel Pentium IV, Pentium III, Celeron, atau apalah itu. Atau bisa juga netbook bekas kalau ada (netbook pernah ngetren  lalu tenggelam kan?). Intinya adalah apa saja yang bisa dihidupkan 24 jam sehari. Paling yang perlu dipertimbangkan adalah konsumsi dayanya. Komputer-komputer jadul biasanya boros listrik.

Jika belum ada komputer yang bisa dijadikan server, Raspberry-pi adalah pilihan yang sempurna. Raspberry-pi adalah komputer seukuran kartu kredit dengan prosesor ARM (bukan Intel atau AMD) yang kecepatannya ga lebih dari 1 GHz. Ini biasa dipakai sebagai prosesor smartphone. Dengan kecepatan segitu kita bisa ngapain? Dengan Linux, bisa sangat banyak!

Berapa harganya? Di toko-toko online kayak Bukalapak atau Tokopedia, harganya sekitar lima ratus ribu. Komputer berbasis Intel, kalau mau merakit sendiri, tetap di atas satu jutaan budget-nya.

2. Webcam

Kamera yang kita pakai adalah USB Webcam yang pernah ngetren di jaman Yahoo! Messenger. Tidak perlu kamera yang support HD (di atas 720 piksel), cukup yang murah saja sekitar 150 – 200 ribu. Ini menggantikan IP Camera yang biasa dipakai sistem CCTV profesional. Kelemahannya karena pakai kabel USB, maka kita perlu kabel ekstensi USB (ada yang lima atau sepuluh meter) dan sebuah USB hub yang memiliki catu dayanya sendiri.

3. Internet Broadband

Jika kita ingin memantau CCTV dari kantor, kita tidak bisa memakai wireless internet seperti layanan 3G/4G Telkomsel, Indosat, XL, Bolt, AHA, dan semacamnya. Kita bisa pakai layanan seperti Speedy atau First Media. Ciri-ciri internet yang bisa dipakai adalah jika IP Address modem adalah IP public (IP yang berawalan selain 192.*, 172.*, atau 10.*).

Dengan budget di bawah sejuta, kita bisa memiliki sebuah sistem CCTV sendiri ala ala DIY (Do-It-Yourself). Jumlah kamera yang bisa ditambahkan bisa sampai 4 kamera (saya belum test — yang lebih menjadi perhatian di sini adalah catu dayanya karena Raspberry-pi sangat sensitif catu daya). Ini tentu jauh lebih ekonomis jika dibandingkan paket CCTV profesional dengan banyak kamera yang bisa mencapai puluhan juta rupiah.

Bagaimana setup-nya, tunggu di tulisan berikutnya yah.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *