Tidak Pakai Kartu

Kebetulan saya berada di forum ini waktu Walikota Surabaya, Ibu Risma, memaparkan perkembangan e-government di kota Surabaya. Saking kagumnya, saya standing ovation untuk beliau dan berusaha bersalaman waktu beliau keluar ruangan. Di catatan saya, ada belasan aplikasi yang dibuat untuk menjalankan roda pemerintahan kota Surabaya.

Banyak hal yang mengagumkan, tapi yang paling saya kagumi adalah bagaimana Bu Risma mengubah kultur gaptek menjadi kultur internet, mengubah birokrasi menjadi birokrasi yang melayani, yang memangkas “rezeki” banyak orang dan banyak kepentingan. Urusan bikin software e-e-an itu gampang, tapi yang berat adalah membuatnya dipakai dan membawa banyak manfaat.

Ide briliannya adalah tentang kartu. Semua tertawa waktu beliau menohok masalah kartu. Di sini beliau selangkah lebih maju daripada Pak Jokowi yang kebanyakan kartu ini kartu itu. Nomor ID-nya tetap pakai nomor KTP, dan “kartu” digantikan sidik jari yang menghemat biaya cetak kartu. Ngomong soal penghematan, dari e-gov ini bisa dihemat bermiliar-miliar, dan bisa buat bikin taman-taman cantik, bangun box culvert, dll.

Saya berharap tidak ada politisi yang akan mengusung Bu Risma menjadi apa gitu. Biarlah Bu Risma di Surabaya saja. Karena ketika politisi ikut campur, media ikut campur, akan ada banyak kepentingan yang ikut campur, kepentingan rakyat akhirnya terpinggirkan.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *