Berlangganan Speedy

Saya sudah pakai layanan internet AHA cukup lama, mungkin sudah lima tahunan kali ya. Selama setahun terakhir, performance-nya sudah menurun drastis sejak ia pertama kali diiklankan. Cuma saya masih menoleransinya karena malas pindah layanan. Sampai akhirnya pulsa kuota internet AHA saya dihabisi dalam dua hari. Saya biasanya pakai paket 100 ribu yang berkuota 6 GB sebulan (jangan lihat kuota bonus, itu hanya akal-akalan marketing), tetapi kali itu saya tidak bisa register ulang. Jadi saya register ke paket 2,5 GB yang 50 ribu itu. Dan paket itu habis kuota dalam dua hari.

Sampai saya baca berita bahwa Bakrie Telecom terancam bangkrut. Allrite, it’s time to move.

Sempat saya berpikir buat pindah ke layanan internet modem seperti Bolt. Tetapi saya tahu ini tidak akan banyak berbeda. Internet modem 3G/4G memang sangat cepat, tetapi juga sangat tidak stabil, sering putus nyambung kayak orang pacaran tujuh tahun. Pilihan berikutnya adalah layanan broadband, tetapi mihil bingits. Fastnet tidak akan bisa menjangkau rumah saya yang-DKI-tapi-kalau-lempar-batu-batunya-sampai-Depok.

Saya pernah membaca komentar di Facebook, bahwa internet itu hanya dipengaruhi oleh tiga faktor, yaitu kecepatan, kestabilan, dan harga. Sayangnya, di Indonesia, tiga faktor ini hubungannya masih saling trade off. Cepat dan murah (modem 3G seperti AHA, Bolt, XL, Smartfren, dll), pasti tidak akan stabil. Putus nyambung. Cepat dan stabil (real broadband), harganya amit-amit mihil bingitss. Stabil dan murah, kecepatannya ga akan bisa kencang. Kalaupun ada yang bisa ketiganya (cepat, stabil, dan murah), akan ada halangan faktor berikutnya: yaitu daya jangkau (contohnya Fastnet).

Untuk internet di rumah, saya memilih yang stabil dan murah. Tidak kencang tapi cukup nyaman buat browsing-browsing. Saya sempat geli sendiri kenapa saya tidak pasang telepon rumah dan Speedy saja?

Akhirnya saya daftar melalui iklan di OLX, daftar paket 1 Mbps yang 125 ribu. Mau daftar yang paket 2Mbs, sayang infrastruktur kabel telepon di kelurahan belum memenuhi syarat. Respon dari Telkom di luar dugaan cukup cepat. Hari Kamis saya daftar, hari Sabtu ada petugas datang ngolor kabel dari tiang telepon terdekat. Lalu hari Senin malam ada petugas lagi bawa modem ADSL TP-LINK buat setup internet dan malam itu juga internetnya menyala.

Performance? Sesuai ekspektasi. Saya memang tidak mengharapkan bisa mendapatkan kecepatan downstream maksimal 1 Mbps. Cukuplah nyaman buat buka Path, Twitter, dan Facebook. Dan yang penting lagi, unlimited sebenar-benarnya tanpa dibatasi kuota. Kalau memerlukan download, saya download di Raspberry-Pi, ditinggal semalaman, biasanya besok paginya download sudah selesai.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

3 comments

  1. hoho.. saya sudah lama pake speedy, dulu lumayan cepet, tapi entah kenapa akhir-akhir ini saya sering dibuat jengkel oleh keluarnya tampilan portal speedy instant dimana kita diminta login dulu. saya tahu itu semacam portal yang dirancang pakai wifi-dog. tapi kita kan sudah bayar langganan speedy indie home, sudah login via password wifi, mengapa masih diminta login via portal speedy instant? kadang setelah direstart modemnya bisa normal, kadang masih nyantol. sudah ngomel2 ke 147 juga sih, tapi belum sembuh juga :))

Leave a Reply to Volverhank Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *