Overrated

Alias lebay, jika melihat suasana politik Indonesia. Masing-masing pihak memainkan drama sinetron. Ya yang demokrasi telah mati lah, ya yang bilang penyelamatan Indonesia lah. Saya tidak yakin bahwa partai-partai itu tulus berjuang untuk rakyat, adanya kepentingan golongan yang dibungkus dengan kepentingan rakyat.

Waktu memilih pileg dan pilpres kemarin, ekspektasi saya tidak tinggi-tinggi amat. Banyak orang yang mengelu-elukan Prabowo dan Jokowi seperti manusia setengah dewa — mereka akan kecewa. Jokowi, biar bagaimanapun juga adalah seorang politikus. Saya memilih beliau karena saya menilai beliau sedikit lebih baik dari Prabowo. Tetapi urusan menyelesaikan permasalahan bangsa, berkali-kali saya katakan, beliau sendiri tak akan mampu menjadi sosok Sang Ratu Adil. Terlalu banyak kepentingan yang bermain di negeri ini. Program-program pro rakyat akan tersandera kepentingan golongan yang sudah mapan selama bertahun-tahun.

Jadi harapan saya sih ga muluk-muluk: suasana politik yang stabil, ekonomi yang stabil. Ga usah ada krisis ekonomi lagi.

Pasca pelantikan anggota DPR, indeks IHSG terus melorot. Buat saya ini adalah saatnya menambah muatan, khususnya buat investor jangka panjang. IHSG sendiri, setelah menyentuk puncak tertinggi sepanjang masa, memang rawan jatuh. Saya sudah berhenti buat trading jangka pendek karena merasa usaha untuk menentukan masuk-keluar pasar tidak sebanding dengan hasilnya. Ya maklum, modal cuma ratusan ribu rupiah saja hehehe…

Mudah-mudahan kabinet Jokowi-JK memiliki tim ekonomi sekuat kabinet SBY-Budiono. Hal terhebat dari Presiden SBY adalah tim ekonominya yang sangat kuat. Ekonomi yang stabil diperlukan untuk menjaga nilai investasi agar terus bertumbuh.

Published
Categorized as Opini

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

1 comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *