System.out.println(“Hello World!”)

Alhamdulillah, segala puji syukur kehadirat Allah, telah lahir melalui persalinan normal anak kami yang pertama, pada Rabu, 16 Juli 2014, pukul 08:45 pagi di Rumah Sakit Ibu dan Anak Kemang Medical Care, Jakarta Selatan. Suatu kebahagiaan yang tak terperi buat kami yang telah menantikan kedatangannya selama 39 minggu ini.

Namanya Zafran Satria Ramadhan, yang kurang lebih artinya seorang ksatria yang mengalami kejayaan di bulan Ramadhan. Suatu doa agar ia menjadi seorang muslim yang berjiwa satria, yang berjaya di bulan yang mulia, yang berarti ia telah mengalahkan segala hawa nafsu dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam, sehingga ia mengalami kemenangan/kejayaan. Zafran diambil dari bahasa Arab, sementara Satria diambil dari nama saya, hehehe…

Alhamdulillah kelahirannya lancar, maju beberapa hari dari yang diperkirakan dokter Erwinsyah Harahap, Sp.Og yaitu tanggal 20 Juli. Hari Selasa siang saya di-whatsapp isteri kalau keluar darah. Setelah menghubungi dokter, dokter Erwin menjawab bahwa harus segera dibawa ke RS untuk diperiksa. Karena isteri saya tidak merasakan mulas-mulas, jadi kami santai juga ke RS-nya. Sampai-sampai dokter menanyakan kami sudah di mana kok bidannya belum ada yang laporan.

Sampai di RS, isteri dites alat yang namanya CTG. Bidannya alhamdulillah baik-baik dan ramah. Waktu dites, skala kontraksi ada di sekitar 20. Masih kecil kata bidannya. Jadi kami juga masih senyum-senyum sambil berdiskusi di mana nanti akan berbuka puasa. Lagi ingin makan Hokben-nya Cilandak Mall.

Diperiksa “dalam”, ternyata sudah pembukaan satu. Dan kontraksinya meskipun kecil tapi sudah teratur setiap 15 menit sekali. Bidan kemudian menelepon dokter Erwin. Dr. Erwin merekomendasikan untuk rawat inap malam ini juga. Hah! Bayangan Hokben… Waktu ditanya ke bidan, kata bidan sebenarnya bisa pulang dulu daripada stres di ruang rawat inap. Kami tetap masih ingin pulang sampai akhirnya dokter Erwin menyuruh untuk sekalian kontrol.

Waktu dicek lagi, kata dr. Erwin malah sudah pembukaan dua. Kontraksi sudah teratur menurut grafik seismik CTG. Rawat inap sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Akhirnya saya ke bawah mengurus kamar.

Kamar Kupu-Kupu di lantai empat sangat nyaman. Ada TV kabel. Tetapi biar bagaimanapun juga ini bukan hotel. Segala fasilitas itu lebih untuk penunggu pasien. Saya yakin isteri saya tidak sempat berpikir itu. Setiap sepuluh menit sekali meringis dan menjadi-jadi ketika saya makan sahur.

Pagi subuh, 16 Juli 2014, isteri saya di bawa ke ruang tes CTG lagi. Pembukaannya sudah pembukaan empat. Saat itu isteri saya sudah tidak bisa diajak ngobrol. Saya berusaha ngelawak, tetapi malah bikin sakitnya menjadi-jadi. Pukul tujuh pagi dibawa ke ruang bersalin. Saya menandatangani surat pernyataan untuk dilakukan tindakan persalinan normal.

Saya mendampingi proses persalinan itu. Saya tidak bisa membayangkan sakitnya sqeperti apa di pembukaan terakhir sebelum bersalin, pembukaan sepuluh. Perjalanan ruh manusia melintasi alam selalu diwarnai rasa sakit. Dari alam dunia ke alam kubur, ada sakratul maut. Yang ini, dari alam rahim ke alam dunia, sakitnya ditanggung ibu. Saya jadi mengerti kenapa surga itu ada di bawah telapak kaki ibu. Saya jadi mengerti kenapa Rasulullah menyebut Ibu hingga tiga kali sebelum menyebut Ayah, saat ditanya siapa yang harus lebih dulu dihormati oleh anak.

Alhamdulillah, dengan beberapa kali dorongan, pukul 08:45 telah lahir dengan sehat wal afiat tidak kurang suatu apa. Sebuah fase baru dari kehidupan kami telah dimulai. Rasanya? Apa ya, senang, bahagia, nervous, antisipatif, semuanya bercampur jadi satu yang mungkin bisa diperas menjadi satu frase: suka cita.

Selamat Hari Raya Idul Fitri
Mohon maaf lahir dan batin.

Dari keluarga kami yang berbahagia,
Galih/Astika/Zafran.

Published
Categorized as Keluarga

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

11 comments

  1. Alhamdulillah.. saya selalu larut ketika membaca kisah persalinan seperti ini. Saya sendiri gagal menuliskan detik demi detik proses kelahiran anakku dulu. Tidak ada kalimat yang pas untuk menggambarkan perjuangan istri.

    Memang benar, ketika melihat perjuangan istri dalam megantarkan anaknya ke dunia, rasanya tidak ada hak sedetikpun bagi kita untuk tidak menyetujui, apalagi membantah, apa yang dikehendaki Ibu.

    hai dek Zafran, kalo ke Surabaya mampir rumah kak Icam ya 🙂

    Selamat idul fitri 1435H mohon maaf lahir batin

  2. Selamat ya om Galih. Jadi sama dong dgn tgl lahir saya di 16 juli. Semoga semua doa yang dipanjatkan terkabul. Amiin.

  3. Hai Mas Galih, saya nyasar kesini karena lagi nyari rekomen dokter SpOG. hehe! Membaca blog mas Galih rupanya Mas Galih dan istri pake dr. Erwinsyah H. Harahap, Sp.OG, M.Kes ya?? Kalau boleh mau minta komentarnya (kalau boleh dari istri juga Mas hehe) tentang dr Erwin? krn saya cupu masalah kehamilan dan memang sedang nyari dokter kandungan untuk konsultasi. Apakah dr Erwin komunikatif, sabar, dll?? Apabila berkenan mohon dijawab, akan sangat membantu saya, terimakasih 🙂

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *