Catatan Masa Tenang Pilpres 2014

Kita, bangsa Indonesia, memang belum bisa dewasa dalam menyikapi perbedaan pilihan. termasuk pilihan politik. Pemilu Presiden 2014 ini dianggap sebagai ajang perang opini. Apapun dipakai untuk menunjukkan bahwa jagoannya lah yang paling benar. Ini bukan tentang pilpres lagi, ini tentang ego. Egoku melawan egomu, ayo berdebat, sampai siapa yang menang.

Nyatanya, di masa tenang jelang Pilpres besok Rabu, tetap saja bersliweran kampanye hitam di media sosial dan chat. Buat saya, Facebook yang paling parah, yang sebagian besar sudah tidak saya kenal lagi siapa yang posting. Lama-lama Facebook ini aneh, kawan yang benar-benar saya kenal malah jarang muncul. Untung masih ada Path, yang memang membatasi jumlah maksimal pertemanan, untuk tujuan kualitas, bukan kuantitas.

Kenapa ya kita tidak bisa tidak terpancing untuk berdebat kusir?

Saya kemarin terlibat pembicaraan yang cukup menarik dengan ibu saya lewat telepon. Ibu memilih Prabowo, sementara saya Jokowi. Saya bertanya kenapa ibu pilih Prabowo. Saya takut ibu terpengaruh kampanye hitam. Alasannya adalah karena jauh sebelum Jokowi naik mencalonkan diri, Jokowi pernah diwawancara dan ia mungkin akan merotasi guru-guru yang ada di Jawa untuk ke luar Jawa. Kemudian Hatta Rajasa menjanjikan akan mengangkat ribuan guru honorer.

Buat saya itu valid. Adalah hak setiap orang memilih presiden yang paling sesuai dengan visi dan nilai orang tersebut. Seperti saya yang memilih caleg yang fokus ke masalah pendidikan. Dan saya memilih Jokowi salah satunya karena menurut saya Jakarta perlu kebijakan-kebijakan pemerintah pusat untuk menyelesaikannya.

Ini baru diskusi yang sehat, pikir saya. She’s my mom! Kami tidak saling memaksakan pendapat. Tetapi saling tukar pendapat. Buat saya yang penting ibu tidak termakan kampanye hitam. Alasannya untuk memilih valid. Lebih lanjut, saya jadi malu, ga mungkin ibu terpengaruh. Ibu juga bilang sudah lama tidak menonton MetroTV dan TV One. Hehehe… so proud of you, mom!

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 thoughts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *