Kriteria Memilih Caleg

Sehari lagi, kita akan memilih wakil-wakil kita di DPR. Saya tahu, banyak yang skeptis dengan Pemilu, utamanya para middle class. Tetapi dalam hal ini, saya ingin menggunakan hak pilih meskipun saya tidak masuk daftar DPT. Saya ingin memilih dengan benar, dan mengetahui siapa caleg yang saya pilih yang kelihatan paling mendekati dengan saya (namanya juga wakil rakyat, ya kan?).

Memang apalah arti satu suara saya dibandingkan dengan jutaan pemilih. Saya pikir Pemilu tahun ini akan sama dengan yang lalu-lalu. Mayoritas tidak tahu siapa yang dipilihnya. Ujungnya, ya figur yang kelihatannya dikenalnya. Bisa jadi artis, atau mungkin nyoblos PDIP karena faktor Jokowi. Memang saya suka Jokowi jadi gubernur DKI dan beberapa perubahan yang sudah dilakukannya. Tapi lama-lama kok ada sesuatu yang nggak benar. Pencitraannya terlalu artifisial. Sama seperti waktu Pak SBY dulu naik jadi presiden.

Anyway, kesampingkan dulu faktor pencapresan. Di sini saya sama sekali tidak akan melihat partai, saya melihat ke individu caleg-nya. Berikut adalah kriteria saya:

  • Muslim. SARA? Nggak kok. Wajar kalau saya mengharapkan wakil saya seiman dengan saya.
  • Googleable, alias bisa dicari di internet. Saya orang IT. Zaman sekarang sangat mudah publikasi konten di internet. Kalau tidak terlihat di Google, melalui media apa si caleg mempromosikan visi misinya? Spanduk dan baliho? Itu akan menjadi caleg yang saya coret dari daftar saya.
  • Pendidikan baik. S1 atau S2 dari sekolah yang baik pula, jadi bukan karena beli ijazah.
  • Bukan kakek-kakek atau nenek-nenek. Mereka yang nyaleg ini kena post power syndrome¬†ga mau turun dari kekuasaan atau gimana ya?
  • Track record yang baik. Sekali kena sebut di berita atas kasus korupsi atau pidana, coret.
  • Visi dan misi yang konkret, tidak normatif seperti penataran P4.
  • Bukan pengusaha. Ini opsional, takutnya dia akan kena konflik kepentingan atau malah cari proyek untuk membesarkan perusahaannya.
  • Bukan artis. Opsional juga. Mungkin ini generalisasi, tapi buat saya artis tidak seharusnya jadi pilihan saya. Tidak kompeten dan hanya mengandalkan popularitasnya.

Banyak sekali kriterianya, untunglah banyak caleg yang tersaring oleh kriteria tidak Googleable. Ada beberapa yang kelihatannya bagus, mungkin saya akan memilih yang akan fokus di bidang pendidikan. Satu nilai dasar yang saya anggap sangat penting. Kelihatan bagus, cuma sampai sebatas itu. Apakah dia nanti ingkar janji atau korupsi dsb, bukan tanggung jawab saya. Tugas saya sampai pada berusaha bahwa saya cukup tahu siapa yang saya pilih nanti.

Happy Voting!

Published
Categorized as Opini

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

4 comments

    1. Data DPT dari KPU kalau dilihat terakhir tanggal 4 Desember. Itu waktu aku proses pindah. Jadi KTP udah dicabut di Tulungagung, tapi belum masuk jadi warga Jagakarsa… :mrgreen:

  1. belum masuk DPT kalo punya KTP setempat kan mingsih bisa nyoblos broh?

    kemarin ini aneh juga, namaku ada di DPT, istriku ndak masuk. Padahal pas pendataan yang ada di rumah malah istriku.

    tapi ya bisa nyoblos, wong jelas2 orang sini :))

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *