Bandung di Kala Akhir Pekan

Akhir pekan, bagi warga Jakarta, adalah saatnya melarikan diri dari rutinitas. Itu berarti juga melarikan diri dari ibukota. Maka jadilah kota-kota sekitar Jakarta menjadi tumpah ruah luapan warga Jakarta yang memang amat sangat padat penuh sesak sekali pake buanget. Termasuk Bandung.

Bandung buat saya sekarang bukan hanya sekadar kota cantik yang berhawa sejuk, tetapi juga kota tempat kembali setelah Tulungagung. Sekalian liburan, sekalian pulang.

Bagaimana kondisi Bandung di liburan panjang? Luar biasa. Sepanjang tol Purbaleunyi/Cipularang padat merayap. Saya kembali dari Bandung hari Senin sore, puncak arus balik, dan makan waktu lima jam yang biasanya hanya dua atau tiga jam saja. Rest area penuh, mau masuk situ aja antri panjang, saya jadi malas dan harus tahan pipis (hehehe). Mungkin sudah saatnya PT. KAI berpikir untuk menghidupkan lagi kereta Argo Gede yang kalah saingan sama tol Cipularang ini.

Hari Minggu, praktis kami tidak bisa kemana-mana cuma muter-muter sana sini. Niatnya sih mau ke FO (ep-oo), factory outlet. Tapi lihat jalan Riau, penuh mobil sampai lampu merahnya kacau macam di perempatan Mampang kalau jam lima sore. Akhirnya kami belok kanan dan mencoba ke pusat FO yang di jalan Dago. Sama! Dago penuh sesak mobil (ga cuma plat B yang mendominasi sekarang, plat D juga buanyak). FO-FO ini karena awalnya adalah rumah biasa, jadi tidak didesain bisa menampung banyak kendaraan parkir. Halaman aja sempit boro-boro punya basement. Jadi acara ke FO gagal, malah jadinya ke Pasar Baru bikin celana jeans.

Untungnya, hari Sabtu sudah jalan-jalan dulu ke Floating Market, tempat rekreasi keluarga di Lembang. Bagus sih tempatnya, cuma agak kurang sreg buat saya karena semuanya terlalu artificial. Danau buatan, taman buatan, saung buatan, perahu buatan. Harga tiket masuknya relatif murah, apalagi jika dibandingkan dengan Kampung Gajah. Yang mahal harga jajanan dan makanannya yang menggoda. Pas lah untuk keluarga.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

  1. hoho… makin banyak mobil makin macet. kemarin dari ponorogo ke surabaya keputih aja sampe 9 jam bro. macet gak karu2an di kertosono. mau naik pajero, mercy, ertiga, katana, sedan lawas, alphard, hummer, rubicon, kabeh macet… kwkwkw..

  2. Kalau mau ke Bandung itu harus jelas tujuannya. Mau makan di vendor mana, atau mau ngincer factory outlet vendor mana. Jadi jelas rute jalan yang mau diambil, bukan impulsif karena semata-mata lihat jalan macet jadi asal ngambil rute yang kelihatannya sepi. Saya nggak suka itu Floating Market. Bener, semuanya palsu di sana.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *