Ketidakpraktisan E-Filing Pajak

Saya tidak habis pikir, bagaimana orang bisa mendesain sistem yang tidak membantu seperti ini? Harus ke KPP terdekat? Oh no! Satu hari kerja? Kenapa tidak 5 menit saja? Birokrasi?

 

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

4 comments

  1. Yap, makanya saya ogah daftar NPWP. Untuk melaporkan pajak yang cuman nol rupiah aja harus ngisi-ngisi setumpuk formulir dan membawanya ke kantor. Helloo..? Lantas apa gunanya internet kalo gitu? Buang-buang bensin aja.

  2. Saya langsung dapat no. eFin dari HRD kantor. Jadi nggak perlu repor-repot ke KPP. Tapi tetep sama, saya nggak habis pikir gimana caranya itu HRD dapat no. eFin saya? Masa HRD kantor tahu-tahu datang ke KPP nyerahkan setumpuk NPWP para pegawainya yang ribuan itu untuk ditukar dengan eFin masing-masing orang?

  3. sistem perpajakan kita memang amburadul bikin emosi. bayangkan saya selaku pemilik NPWP perusahaan, mau bayar pajak saja harus:
    1.bikin SSP masa/bulan yang formnya masih jadul
    2.bawa SPT itu ke bank buat setor pajaknya
    3.lalu masih harus laporan SPT masa ke kantor pajak!

    ruwet tenan. kenapa gak begitu bayar di bank itu maka otomatis terekam sebagai sudah bayar. jian tenan!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *