Banyaknya Potensi Energi Alternatif

Indonesia itu kaya. Sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat kayaaaaaaaaaaaaaaa rayaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa. Terlalu kaya. Kalau kita diembargo bangsa-bangsa seluruh dunia, kita masih bisa hidup. Bandingkan dengan Singapura kalau mereka diembargo. Kita punya sumber daya alam, bahan baku untuk dijadikan apapun. Pasokan pangan, tanah Jawa yang subur makmur, andai dijadikan sentra pertanian dan bukan industri, bisa menghidupi semua penduduk.

Saya baru membaca artikel mengenai potensi energi panas bumi di blog dongeng geologi dan potensi energi nuklir di situs ristek. Khusus untuk energi nuklir ini kebetulan penulisnya adalah om saya sendiri, hehe, teladan kami waktu kecil (bapak selalu bilang dulu nanti kalau besar jadi kayak om irul).

Sungguh kita punya alternatif energi yang sangat banyak selain minyak dan gas yang juga banyak. Batubara sudah ditambang. Gunung api aktif dimana-mana. Sinar matahari bersinar terik sepanjang tahun. Dan kesiapan pengayaan nuklir untuk energi listrik yang hanya karena alasan politis tidak bisa dikembangkan untuk berproduksi.

Sungguh pun demikian, kalau kita diembargo, kita masih bisa memenuhi kebutuhan teknologi. Sumber daya manusia kita juga siap. Orang Indonesia itu cerdas dan kreatif. Banyak profesor dan peneliti yang sukses di negeri orang.

Tapi ya, sampai saat ini saya hanya bisa bilang, sayang sekali. Bangsa Indonesia tidak memberikan kesempatan dan kepercayaan untuk melakukan riset hal-hal tersebut kepada dirinya sendiri. Baru nanti ketika sudah dirampas oleh asing, teriak-teriak.

Published
Categorized as Opini

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

3 comments

  1. Ya bener bro, kalo ndak kaya kita ndak akan dijajah ratusan tahun kan ya?

    Soal potensi energi, juga pasti kaya. Alam Indonesia menyajikan sumber daya yang luar biasa. Sayangnya faktanya sudah bukan lagi milik kita. Semua sudah dikontrak sedot oleh penjajahan model baru

    Generasi penerus Indonesia cuman kebagian polusinya

    1. Yup, betul. Bangsa Indonesia tidak memberikan kesempatan dan kepercayaan untuk melakukan riset hal-hal tersebut kepada dirinya sendiri. Baru nanti ketika sudah dirampas oleh asing, teriak-teriak.

  2. Hiii… Saya nggak bisa membayangkan, di tahun berapa gitu, sumber daya alam kita sudah habis disedot; utamanya oleh perusahaan asing. Bila itu terjadi, apa lagi ya yang bisa dilakukan oleh bangsa ini untuk bertahan hidup?

    Mengingat pendidikan di Indonesia belum merata, sebagian kecil yang pintar mungkin akan jadi tenaga ahli di negara lain. Sebagian besar? Saya kuatir mereka cuma jadi babu di negara orang.

Leave a Reply to Budiono Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *