Kontrol ke Dokter Erwinsyah

Sudah hampir seminggu isteri saya flu dan batuk-batuk. Mungkin karena terlalu capek minggu lalu ada acara empat bulanan si kecil, yaitu acara pengajian sederhana mengundang tetangga dan ibu-ibu pengajian musholla sebelah. Apalagi setelah itu dilanjutkan pekerjaan rutin bulanan kantor yang menuntut kerja lembur: tutup buku. Secara isteri saya akuntan gituh…

Saya curiga sebabnya adalah Chat Time — itu lho, es yang ada bubble kayak cendol tapi warnanya cokelat hitam. Ada promo beli satu dapat dua setiap hari selasa dengan voucher Kakao Talk. Udah cuacanya sedang hujan dan banjir, sering minum es, jadi deh.

Dokter Waluyo, dokter kami di RS Puri Cinere bilang kalau ibu hamil itu kalau sakit jadi lama sembuhnya. Benar juga, hampir seminggu batuk-batuknya ga berhenti. Akhirnya kemarin kami memutuskan untuk kontrol ke dokter kandungan lagi, khawatir kalau si kecil kenapa-kenapa.

Sayangnya kemarin dr. Waluyo sedang tidak praktik sore. Isteri saya segera mencari dokter kandungan alternatif yang bagus dan tidak ngantri lama. Efek word of mouth sangat berlaku di dunia kedokteran kandungan. Setiap ibu hamil akan merekomendasikan dokternya ke temannya yang mulai hamil dan begitu seterusnya berantai-rantai. Dan hasilnya seorang dokter akan sangat laris, antrinya bisa berjam-jam. Kami kurang suka antri seperti itu karena kami percaya bahwa ada dokter lain yang tak kalah bagusnya dan antrinya tak begitu panjang. Dokter Erwinsyah adalah hasil riset isteri saya (Researching, nowadays, is narrowing to Googling).

Walhasil kami konsultasi ke doker Erwinsyah ini. Dicek melalui USG, alhamdulillah calon bayi-nya sehat wal afiat dan tumbuh dengan normal tidak ada kelainan. Yang penting dan melegakan buat saya di fase ini adalah itu: kesehatan bayi dan ibunya. Semoga lancar terus sampai nanti. Buat mengobati batuk isteri saya diberi antibiotik yang cukup muahal sebutirnya.

Kami nampaknya cukup terkesan. Dokter Erwin memberikan kartu namanya dan mempersilahkan untuk kontak via SMS/Whatsapp (BBM sudah lewat ternyata, ga masuk, apalagi Kakao Talk, tapi SMS masih bertahan). Kebetulan memang kami merencanakan kelahiran nanti tidak di Puri Cinere tetapi somewhere di rumah sakit yang masuk area DKI Jakarta. Jadi mungkin pilihannya adalah RSIA Kemang ini. Kekurangannya cuma satu, ga masuk daftar rekanan kantor, jadi harus reimburse dulu, hehehe…

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

  1. semoga lekas sembuh bro istrinya. tapi percaya gak percaya, anak dalam kandungan membawa pengaruh ke ibunya bro. ada yang sebelum hamil ibunya sehat, setelah hamil jadi sakit-sakitan. ada yang sebelum hamil sakit-sakitan, begitu hamil gak pernah sakit sama sekali

    semoga istri dan anakmu sehat selalu bro. dan lancar selamat saat lahiran nanti. aamiin..

  2. sama mas, istri saya juga flu bulan kemaren. Ini kehamilan yg kedua. Dan kami sangat protektif sekali soal obat-2an. kami usahakan jangan minum obat kalau tidak benar-2 perlu. Untuk flu, kami cukup kasih parasetamol(kalau ada demam/meriang) dan neorobion(kalau ada nyeri-2/ngilu dan sakit pegel-2 badan). Untuk antibiotik, kami ga mau tebus sekalipun diresepin. Soalnya kalau flu itu kan virus dan virus ga bisa dibasmi sama antibiotik.jadi malah sia-2.kuatirnya malah ke janin. Jadi rentan kalau sakit sedikit kita kasih antibiotik. Bahkan untuk obat-2an yang untuk menekan batuk/bersin-2 pun kami selektif, karena kuatir efek ke janin. Demikian sharing saya, semoga bermanfaat. Dan lekas sehat

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *