29 + 1

Apa yang paling berkesan di ulang tahun kali ini? Tentu saja adalah kehadiran isteri dan calon bayi yang sedang dikandungnya. Isteri saya selalu bisa membuat surprise yang istimewa, membuatkan kartu ucapan yang keren, kue ulang tahun di tengah malam dan kado yang saya sebut sebagai “kado yang tertunda selama 20 tahun”. Sebuah helikopter remote kontrol yang dulu pernah masuk dalam wish list dan nasibnya berakhir sama dengan Playstation 2: tidak di ACC oleh ibunda. Saya memang merasa seperti kanak-kanak lagi kalau sudah diurus isteri — seorang kanak-kanak yang tidak peduli risiko untuk melakukan hal apapun untuk keluarga. Thru the fire, to the limit to the wall, for a chance to be with you.

Lirik yang ia kutip di kartu ucapan mungkin menjadi gambaran yang pas. I don’t know much, but I know I love you. That may be all I need to know. Masa pacaran kami yang singkat, tidak sempat untuk kami mengetahui secara mendalam satu sama lain seperti halnya pasangan yang pacaran tujuh tahun. Niat kami saat itu adalah menikah, yang insya Allah, berniat karena Allah. Semakin kami mengenal karakter pasangan, semakin yakin bahwa Allah telah menghadirkan pasangan yang terbaik untuk kami. Juga mertua yang hangat yang membiarkan saya berbuat seperti di rumah sendiri ketika di Bandung (you know what I mean, bermalas-malasan just like at home).

29 + 1 adalah sebuah awal hidup baru
Sebuah hidup baru yang tak bisa dilukiskan oleh puisi apapun
Karena puisi hanyalah kata-kata yang berima
Susunan rima yang tak nyata
Karena kenyataan itu adalah kamu
Di sini
Hari ini
Sampai nanti.

Untuk isteriku, yang telah menyiapkan surprise ultah dengan luar biasa. Thanks for everything. Waiting for the surprise for next 40 years.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *