Berhenti Trading

Pepatah bilang di dunia trading saham, hanya 15% trader yang sanggup bertahan dan sukses. Sisanya menyerah atau gagal. Saya mulai bertanya-tanya apakah saya termasuk yang 85% itu. Apalagi barusan, sepupu ipar (hmm, maksudnya sepupu isteri saya) yang psikolog menganalisa saya sebagai orang yang tidak fokus dan “terlalu banyak media untuk menyalurkan energi”.

Sebab utamanya sebenarnya bukan menyerah atau apa. Saya merasa cukup sukses di dunia trading meskipun tidak sukses-sukses amat yang bisa membuat kaya raya. Saya cukup konservatif dan tidak mau mengambil risiko tinggi. Sebab utamanya adalah waktu. Trading, bagaimanapun juga tetap memerlukan waktu. Waktu untuk menganalisa dan memperhatikan gejolak harga, minimal sekali sehari. Dan sepertinya kondisi sekarang tidak mungkin untuk melakukan itu. Frekuensi ngeblog saja sudah turun drastis.

Sebab kedua, ya karena modal. Saya tarik semua modal dan mencairkan investasi untuk mengeksekusi tujuan finansial terakhir yang saya buat sebelum menikah. Bismillah.

Mungkin nanti saya akan ganti strategi kembali menjadi value investor dengan timeframe lebih panjang. Tapi nanti setelah modalnya terkumpul kembali, hehehe…

Semangat Tahun Baru 2014!

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

1 comment

  1. Setiap keputusan pastilah sudah melewati proses pengambilan yang rumit. Maka saya ikut mengamini apa yang menjadi tujuan financial terakhir yang dibuat sebelum menikah 😉

    –naik haji kah? beli mobil high-end kah? beli motor gede kah? hihi..

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *