Tentang Upgrade Maximo 5.2 ke 7.5

Pertanyaannya adalah, mengapa harus upgrade? Begitu pertanyaan para user kepada kami pasca upgrade sistem. Ini ibarat kata memercikkan air yang tenang kena wajah sendiri. Maximo 5.2 yang sudah 10 tahun sudah sangat stabil dan memenuhi kebutuhan user. User juga sudah sangat nyaman dengan kebiasaan yang bertahun-tahun. Kami yang merawat juga sudah merasa nyaman. Hingga akhirnya kami merepotkan diri sendiri dengan merusak kenyamanan itu dengan mengganti sistem yang baru dan tentu saja, tersendat-sendat di awal.

Tetapi bagi kami, inilah cara untuk membuat hidup bergairah! Awalnya memang karena IBM secara resmi menghentikan support-nya untuk Maximo 5.2 di tahun 2011. Sebagai korporasi, hal ini berbahaya jika sistem tidak memiliki support-nya. Memang Maximo kami sudah di-custom sedemikian rupa sampai saya yakin bahwa ilmu Maximo saya tidak akan bisa dipakai di industri. Bukan VICO Indonesia jika tidak meng-custom software yang dibelinya. Dan ketika saya mulai merasa kehabisan tantangan baru, Maximo 7.5 membawa gairah baru yang mengasyikkan.

Hidup tenang kami memang menjadi terusik. Email dari user yang biasanya hanya 10 sampai 20 email perhari meledak hingga 200-300 email. Dan kami para system administrator hanya 3 orang! Jelas kewalahan menghadapi pertanyaan user yang kami sendiri masih belum tahu jawabannya. Saya harus bolak-balik ke lapangan Badak untuk menemui user dan “memadamkan” api yang mulai merambat naik ke manager. Dulu sih saya senang-senang saja ke Badak, tapi sekarang harus meninggalkan keluarga dan isteri yang hamil muda, haduh, kalau bisa sehari selesai sehari deh saya kerjain biar cepat pulang.

Para orang tua memandang apa yang kami lakukan hanya merepotkan saja. Mana katanya upgrade ke yang baru kok malah amburadul begini katanya. Tapi manajer-manajer yang masih muda memaklumi keruwetan di masa awal sistem baru ini. Mereka optimistis ini hanya sementara dan sistem baru ini ketika sudah stabil akan sangat membantu proses bisnis dan efisiensi biaya. VP kami yang notabene masih menjelang empat puluh tidak pernah berkomentar negatif, justru sangat apresiatif dan menilai sistem yang baru ini jauh lebih informatif.

Dan memang itulah yang kami percayai. Sistem baru ini canggih. Banyak hal yang bisa dikerjakan dengan mudah tanpa menulis satu baris kode pun. Konfigurasi sana konfigurasi sini sudah cukup. Dan banyak informasi di internet yang membahas tentang Maximo 7.5. Misalnya bagaimana cara automation script bekerja dalam workflow. Ini bertolak belakang jika saya mencari bagaimana cara injeksi Mbo dari Java RMI-nya Maximo 5.2. Sudah ga ada lagi, hehehe.

Saya melihat perjalanan panjang yang baru di Maximo 7.5. Apalagi, tim saya akan ditambah orang lagi. Hampir saya mencari tantangan baru dengan pindah divisi ke Oracle EBS yang mengurusi sistem finansial. Tetapi di Maximo 7.5 ini, saya melihat masih banyak hal yang bisa dikerjakan.

Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, akhir tahun 2013.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *