Bye Bye Winamp

Seperti Friendster, kita yang tumbuh di tahun 2000-an pasti mengenal Winamp sebagai program standar yang harus diinstall di Windows kita.

Selalu begitu, di sudut kamar kos-kosan Perumdos F2, saya sedang berusaha menginstall ulang Windows ME (Millenium Edition). Dan selalu, Winamp adalah aplikasi yang diinstall setelah semua driver selesai. Gambar di layar halus, suara sudah muncul.

Kenapa Winamp sangat populer pada saat itu? Karena memang simpel dan menjawab semua kebutuhan untuk pemutar MP3. Waktu itu Windows Media Player bawaan Windows belum mendukung hal yang sederhana seperti Playlist dan manajemen file-file musik. Kemudian ukurannya kecil sehingga gampang didownload di Warnet atau modem Telkomnet Instant 56 Kbps (4 MB itu bisa makan waktu sejam sampai dua jam!). Winamp juga bisa di-skin. Suatu yang sangat populer. Kita bisa membuat Winamp memiliki tampilan yang segar, jauh dari kesan aplikasi window yang membosankan.

Saya nggak tahu kenapa Winamp tidak berinovasi lagi sejak itu. Kelihatannya salah asuh setelah dibeli AOL. Rilis berikutnya makin terasa Winamp menjadi semakin berat dan mulai ada iklan-iklan yang mengganggu. Saya lupa kapan saya mulai menggunakan Windows Media Player. Dan ketika iTunes, saya sudah melupakannya.

Winamp kini telah memasuki masa akhirnya dan secara resmi menghentikan support-nya bulan depan. Mari kita ucapkan selamat tinggal kepada Winamp sebagai bagian sejarah dari hidup kita. Bye bye Winamp.

PS: Blast from the past, curhatan saya yang sempat menyinggung Winamp

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

  1. saya kaget banget pas kemaren sore dikasih tahu temen kalo winamp bakal tinggal nama mulai hari ini. banyak kenangannya soalnya. jadi inget saat masa-masa smp tahun 2003an, saya masih pake win98, kayaknya winamp tuh bener-bener pelepas penat paling ampuh. teknologi cepet banget pertumbuhannya, ya, mas :’)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *