Sebuah Ide: CCTV, Webcam, dan Home Automation

Suatu pagi yang panas di sudut kelas TC-103, gedung Teknik Informatika ITS, Sukolilo, Surabaya, kami diajar pertama kali oleh dosen yang baru pulang studi S3-nya di Belanda. Namanya Pak Daniel Oranova. Beliau bercerita tentang riset-nya mengenai sebuah rumah yang dilengkapi dengan kecerdasan buatan. Rumah yang bisa membuka pintu sendiri, bisa mengerti mood si pemilik rumah sehingga ia bisa menyesuaikan intensitas cahaya ruangan, memutar musik atau TV yang sesuai dengan selera pemilik. Untuk membuat kopi, si pemilik rumah tinggal bilang, “Tolong bikin kopi dong…”. Tak lama kemudian, mesin pembuat kopi bekerja menyiapkan kopi.

Kami sekelas terbengong-bengong, wahh… canggih ya…

Topik ini dinamakan Home Automation, otomatisasi rumah. Pendekatannya bermacam-macam mulai dari yang sederhana sampai microcontroller yang ruwet yang dilengkapi sistem kecerdasan buatan yang bisa belajar dari berbagai macam kondisi.

Nah, saya punya ide untuk membuat sebuah CCTV sederhana dan murah dari webcam. Saya punya webcam Logitech yang tidak terpakai. Dan saya punya home server di Raspberry-Pi. Tutorial pembuatan CCTV dari webcam sudah banyak. Tapi saya ingin lebih dari itu, saya ingin bisa melihat kondisi rumah dari kantor.

Keterbatasannya, koneksi internet saya tidak dedicated. Saya sama sekali tidak bisa akses jaringan rumah dari luar dengan cara apapun. Maklum, koneksi murah nan meriah dari modem yang disambungkan ke wireless router. Dapat IP-nya lokal yang tidak bisa di-dyndns-kan.

Jadi idenya, komunikasi saya dengan jaringan rumah akan melalui email. Saya akan menulis baris program untuk mendengarkan email yang masuk. Saya memilih Python dengan pertimbangan Java terlalu berat untuk Raspberry Pi. Program ini saya jalankan di server rumah. Kemudian dari kantor, saya akan menulis email perintah, misalnya: “ambil gambar”. Program akan menerima email, membaca pesan, kemudian menjalankan perintah untuk mengambil gambar dari kamera. Gambar itu akan disisipkan sebagai attachment dan dikirimkan ke saya yang di kantor. Alternatifnya, gambar itu diupload via FTP ke server yang bisa saya akses dari kantor.

Ide awal ini nantinya bisa berkembang selain untuk mengambil gambar dari webcam, juga bisa untuk menghidupkan lampu, menyiram tanaman, membuka pagar, dll. Jadilah sebuah home automationΒ yang sederhana seperti yang diceritakan dosen saya hampir sepuluh tahun yang lalu.

Apa kabar Pak Daniel? Beruntung sekali pernah diajar bapak.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

3 comments

  1. wow… kalo kerja di luar rumah sepertinya bisa memantau rumah (apalagi kalo sudah punya baby yang tinggal sama baby sitter di rumah) adalah sebuah kebutuhan ya bro. selamat bereksperimen! πŸ™‚

  2. lek ide ku : pengen buat menara pemantau didaerah perbatasan (laut), kya cctv gitu … terus diliat dari ruangan monitor *tapi… koneksinya gimana yah? πŸ™‚

    any idea bos?

    1. Yup, yang mahal dari sebuah sistem CCTV lengkap adalah real time monitor-nya dimana dia perlu client server, dan koneksi yang harus stabil dan efisien. Ada ide sih dengan koneksi modem 3G. Kita bikin script yang mengcapture gambar setiap 2 detik, lalu dikirimkan via ftp ke folder remote tertentu. Di sisi monitor client, kita bikin web yang akan mereload gambar dalam 2 detik. Dengan begini kita bisa dapat video dengan kecepatan 1/2 fps. Bakalan boros bandwidth, bisa diakali pakai kompresi gambar waktu mengirimnya. Dan seterusnya, banyak hal yang bisa diresearch. πŸ˜‰

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *