Too Late BBM, Too Late…

Mungkin semuanya menjadi dilematis untuk BlackBerry dengan BBM-nya. Mau dibuka untuk semua versi OS, bakalan membunuh pangsa pasarnya sendiri untuk handset-nya. Mau bertahan secara eksklusif, semakin banyak orang yang meninggalkan BB. Mungkin ini adalah strategi bertahan hidup terakhir yang dilakukan oleh RIM.

Saya semalam download BBM untuk iOS dan diberikan nomor PIN yang berbeda dengan BB saya (tanpa layanan BIS jadi HP biasa dia). Pertanyaan setelah diset, PIN siapa yang mau saya add? Semua teman saya sudah punya account Whatsapp atau Line.

Rasanya ini cuma euforia mengenang jaman BBM menjadi fenomena. Kembali ke tahun 2010, awal-awal kuliah S2. Saya yang di kelas merasa terkucil gara-gara tidak punya BB, sementara kawan-kawan sekelas bercanda dan saling update kabar lewat BB Group. Siapa sangka tren-nya sesingkat ini?

Seperti halnya Nokia dengan Symbian, BlackBerry telat dan gagal berinovasi. Ketika tren berarah ke teknologi touch screen, bandwidth internet semakin murah, BB tetap aja keukeuh dengan model keyboard fisik dan sama sekali tidak ada perkembangan berarti di BB OS setelah versi 6. Saya, yang bersiap-siap menunggu BB OS 10 itu akhirnya memilih pindah ke iOS setelah BB menunda-nunda peluncuran karena tidak siap. Bye bye BB.

Masalahnya, saya kok mulai merasa hal yang sama sedang terjadi di Apple sepeninggal Steve Jobs. Tidak ada inovasi yang besar di iPhone. Hanya upgrade hardware dan sedikit kosmetik di level OS. Memang, sudah ada iPhone 5S yang pakai pemindai sidik jari dan iOS 7 yang bagus. Rasanya, Android sudah jauh lebih bagus. Entahlah.

Update:
Baru tahu ternyata rilis di Google Play ditunda dan di App Store ditarik? Hmm… bunuh diri ini RIM.

Published
Categorized as ITisMyWorld

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

3 comments

  1. xixi.. saya juga punya pendapat yang sama bro, BBM lintas-platform ini terlalu terlambat manakala semua orang sudah pake layanan pesan text berbasis data. apalagi menurut blognya baru melayani 1,1jt pencoba aja sudah ngedrop servernya. ah itu server betulan atau cuman VPS? kwkw…

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *