Antara Wayang Force vs SCOOP

Tablet saya lebih berfungsi sebagai ebook reader dan browser. Karena itu saya akrab dengan aplikasi reader dan news-stand begitu.

Pertama kali saya mengenal aplikasi news-stand adalah Wayang Force. Saya langsung suka dengan aplikasi ini karena aplikasi ini menyediakan majalah-majalah edisi terbaru. Pilihannya sangat lengkap sehingga saya bilang saya sudah bisa meninggalkan abang-abang pinggir jalan yang biasa jualan majalah. Kalau dulu saya suka majalah-majalah ekonomi seperti Swa dan Investor, sekarang saya lebih suka baca majalah-majalah rumah, hehe…

Kekurangan besar Wayang Force adalah: edisi bukunya sedikit sekali…

Sampai suatu ketika Wayang Force error, dia tidak menampilkan latest edition sampai beberapa hari. Saya mencari alternatifnya, dan menemukan Scoop. Scoop ini aplikasi luar negeri yang ada layanan di Indonesia. Jumlah majalahnya sepertinya sama banyak dengan Wayang Force. Dan saya lebih menyukai cara Wayang Force menyajikan halaman-halaman buku/majalahnya.

Tapi di sisi buku, Scoop tak terkalahkan. Semua buku-buku Gramedia dan Elex Media sudah terdigitasi di sini. Ini yang Wayang Force tak punya. Saya berseru girang karena dengan ini saya bisa melanjutkan baca buku lagi di tablet. Baca ebook berbahasa Inggris itu capek dan tak menyenangkan bo, ga bisa sambil makan.

Buku pertama yang saya beli adalah Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan. Sekilas, saya kurang suka dengan gaya berceritanya, tapi ga tau pengen baca aja.

Published
Categorized as Review

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

5 comments

  1. wah ternyata beli tho.. kirain tinggal download gratis kwwkkw…

    btw sebiji buku berapa bro selisih harganya dibanding beli versi cetaknya?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *