Menikmati Naik Turunnya Harga

Seperti yang sudah saya masuk ambil posisi BBRI di 7550 pada tanggal 28 Juni 2013 (lihat chart saya, garis vertikal kiri). Alasan saya adalah, indikator MACD cross, chart sudah nampak rebound, dan Stochastic ada di kondisi oversold, jenuh jual, orang-orang lebih berpotensial untuk beli, sehingga diharapkan harga naik. Begitu kira-kira sket-sketan togel saya.

Memang besoknya naik ke 8000 loh, sorak-sorak bergembira saya. Tapi lagi-lagi, saya memang punya formula entri yang sudah pernah saya backtest dan hasilnya cukup oke untuk diterapkan. Tapi saya belum punya formula yang sudah saya backtest untuk exit posisi.

Saya tahu seharusnya saya memprediksi IHSG untuk ambil keputusan keluar. Tapi ilmunya belum sampai. Masih banyak yang harus saya teliti dan amati soal korelasi ini. Kalaupun saya lihat chart IHSG tanggal 1 Juli itu, saya tidak menemukan sinyal negatif.

Kenyataannya, keesokan harinya BBRI longsor. Karena saya tidak tahu kapan harus exit, saya memutuskan untuk hold posisi. Alasan saya, volumenya kecil, jadi turunnya harga bukan konfirmasi untuk ambil keputusan. Galaulah saya hehehe, sampai sempat yang tadinya positif hingga 6%, jadinya negatif 6%.

Untung BBRI rebound. Akhirnya saya exit posisi kemarin karena melihat ada saham lain yang potensial. Seharusnya saya hold BBRI, tapi karena peluru saya tinggal satu, saya harus jual BBRI dulu supaya bisa masuk ke saham yang lain.

Demikian cerita gagal saya di BBRI. Gagal karena saya beruntung. Saya benar-benar perlu merumuskan formula buat exit.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

1 comment

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *