Great Sale di Pasar Modal dan LM

Di saat orang-orang sibuk menyambut Jakarta Great Sale di mall-mall sampai larut malam memburu diskon, ada pasar lain yang sedang diskon besar-besaran, yaitu pasar investasi. Yeah, apapun instrumen investasi kepercayaan anda, semua sedang menawarkan diskon besar, baik saham maupun logam mulia. Emas Antam saya catat telah turun jauh dari harga rata-rata saya waktu beli dulu, sekarang harga jualnya tinggal 400 ribuan. Sementara, IHSG terus longsor ke level 4300-an setelah sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di 5200-an.

Sekarang tergantung kita menyikapi diskonnya pasar investasi. Kebanyakan orang takut dan menyimpan cash-nya ketika market sedang crash. Dan sebaliknya, ketika harga emas merangkak naik, euforia tercipta di mana-mana. Begitu juga saham, ketika saham naik dengan cepat, setiap orang berusaha menghabiskan tabungannya mengejar harga — takut ketinggalan kereta. Setiap orang membuat rekomendasi beli, beli, dan beli. Padahal, harga sudah terlalu tinggi dan rawan koreksi, seperti koreksi sekarang ini.

Boleh dibilang saya cukup beruntung karena saya keluar market pada saat yang lumayan tepat. Mungkin bukan analisis saya yang tajam, tetapi karena di-drive kebutuhan sehingga sebagian besar saham saya cairkan untuk biaya menikah dan mempersiapkan keluarga baru ini. Posisi trading saya full cash sejak pertengahan Mei, dan posisi investasi saya tinggal sebagian kecil yang jangka panjang. Jadi saya bersorak gembira setiap IHSG turun, turun, dan turun lagi.

Ketika IHSG menembus level 5000 tempo hari, saya sudah merasa bahwa IHSG sudah kemahalan. Waktu itu saya ngetwit bahwa bukan saatnya untuk mengoleksi saham pada kondisi saat itu. Meskipun setelah itu IHSG masih melonjak naik terus hingga 5200. Saya merasa analisis saya salah dan saya telah ketinggalan kereta. Mau dikejar sudah terlalu takut bahwa harga sudah mencapai puncak. Saya cuma yakin bahwa IHSG tidak mungkin akan naik terus. Perkiraan saya, pasti akan koreksi dulu ke 5000-an. Pada saat itu saya berencana masuk untuk posisi trading.

Sekarang memang lagi diskon besar-besaran. Ayo jangan ketinggalan kereta lagi. Memang tidak akan ada yang tahu IHSG akan kemana, bisa jadi masih terus longsor ke 4000. Tetapi bagaimana kalau naik dengan cepat? Mau LM mau saham (dan turunannya seperti reksadana), semua menawarkan harga diskon. Saya sudah top-up reksadana, dan karena hari ini gajian, saya jadi ada peluru lagi untuk top-up. Saya sedang menunggu ramalan terbaik saya kapan IHSG akan bergerak naik lagi.

Jika kita bisa tanpa berpikir panjang menyambut Jakarta Great Sale, rela antri berdiri di depan kasir membawa keranjang belanjaan, mengapa harus berpikir panjang untuk Jakarta Great Sale yang satu ini?

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

  1. wowowowowo… kalo dipikir-pikir, yang low risk tapi high return ya cuman TANAH kayaknya bro, terlepas bahwa ini long term dan tidak liquid tapi justru bagus karena kita gak akan mudah tergoda buat mencairkannya 🙂

    ayo, liriklah tanah atau rumah sekitar situ yang masih ‘murah’, buat celengan anak-anak dan bisa dijalani dengan ‘santai’ dalam artian habis beli ya sudah, ditengok sepuluh tahun lagi :p

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *