Bravo Pelayanan PLN 123!

Seumur-umur saya memang tidak pernah memperdulikan konsumsi listrik PLN. Waktu masih tinggal sama orang tua, saya cuma tahu kalau bapak selalu pergi ke KUD Kecamatan Pakel untuk membayar rekening listrik bulanan yang berdaya 450 VA. Setelah itu hidup di kos-kosan selama sekitar 10 tahun dan tahunya beres — biaya sewa kos-kosan sebulan sudah termasuk biaya listrik. Jadi, citra saya ke PLN sama buruknya seperti dulu: pelayanan lambat dan sering mati lampu.

Listrik di rumah memakai listrik prabayar, jadi pakai voucher atau token yang dibeli di ATM atau Internet Banking. Listrik di rumah dayanya 1300 VA. Waktu beberapa alat elektronik terpasang, kok sudah pernah turun kehabisan daya, maka akhirnya saya memutuskan untuk mengajukan permohonan tambah daya ke 2200 VA. Bravo pertama, kata petugasnya itu akan makan waktu 3 hari. Saya telpon hari Rabu, hari Sabtu dijanjikan akan dilakukan. Cepat juga.

Hari Jumat, saya lihat pulsa listriknya tinggal 10 kWh. Karena tidak paham soal listrik prabayar, saya takut kalau saya isi pulsa terus box meterannya diganti, pulsa saya hilang. Perhitungan masih cukup buat besoknya, saya isi lagi kalau sudah diganti saja.

Sabtu siang ternyata petugasnya tidak jadi datang, akhirnya saya memutuskan untuk membeli token pulsa 20 ribu supaya listriknya tidak keburu mati. Pas saya beli di Internet Banking, ternyata di situ dayanya sudah terupdate menjadi 2200 VA. Wah, sudah dipasang, okeh banget ini, pikir saya.

Masalahnya ternyata pulsanya gagal dimasukkan. Sudah bolak-balik saya cek dan masukkan lagi tetap gagal. Waduh, kayaknya gara-gara si petugasnya belum menyelesaikan proses upgrade ini. Akhirnya saya kontak ke call center 123. Setelah dicek sana-sini oleh si mbaknya, si mbaknya bilang petugas PLN akan segera datang memeriksa. Tidak lupa si mbaknya memberikan saya serenceng kode, nampaknya kode komplain.

Bravo kedua. Sejam kemudian, petugasnya datang. Di luar perkiraan karena saya pikir jeda dari telpon sekitar dua jam. Petugas PLN yang datang adalah dari kantor pelayanan keluhan pelanggan di Lenteng Agung. Katanya pelayanannya 24 jam. Wah, udah canggih ya. Ndeso saya hehehe…

Utak-atik sana sini, pak petugas tetap gagal memasukkan token pulsa saya. Dia bilang memang ini karena settingannya di PLN sudah diupgrade ke 2200 VA, tapi kotak meterannya masih 1300 VA. Mungkin baru hari Senin petugas dari layanan tambah daya datang. Waduh, padahal tinggal sedikit pulsanya. Bisa-bisa ngga menikmati listrik sayah. Kemudian yang bikin saya salut, mereka tanya ke kantor apakah Surat Perintah Kerja untuk upgrade box meteran sudah ada. Ternyata sudah ada, tapi masih menunggu persetujuan. Karena akhir pekan, SPK baru disetujui hari Senin.

Begitu tahu fakta tersebut, pak petugas langsung cekatan membongkar kotak meteran dan merusak segelnya. Jalur listrik diteruskan tanpa lewat meteran. Artinya saya dikasih listrik gratis sementara. Wow, daripada membiarkan saya mati listrik lebih dari sehari, PLN memberikan saya servis gratis sampai meteran saya dikerjakan. Bravo ketiga!

Hari Senin sore ketika saya pulang kantor, saya dapati box meteran saya sudah rapi dan pulsanya sudah ada. Fisiknya sedikit berubah, yaitu saklar yang biasa turun itu (entah apa namanya), terlihat lebih besar. Sepertinya sudah sesuai dengan 2200 VA. Saya masukkan token pulsa yang kemarin gagal, ternyata sudah berhasil dimasukkan. Mangstap. Saya kagum dengan cepatnya pelayanan PLN.

Eh, ternyata belum selesai di situ saja. Tadi pagi, saya ditelpon dari PLN menanyakan update dari komplain saya. Saya bilang kalau permasalahan saya sudah selesai. Mereka kemudian meminta konfirmasi bahwa pengaduan saya akan ditutup. Wah, ternyata sudah ada sistem ticketing untuk komplain. Bravo PLN!

*) Another posting bapak-bapak rumah tangga 😀

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

  1. wow.. welcome to the jungle, bro! 🙂

    urusan-urusan rumah tangga macam ini akan terus dihadapi kok, santai aja, xixixi..

    tadi sore pas nuang galon aqua ke dispenser saya mikir: di sebuah rumah, harus ada keajaiban-keajaiban yang diciptakan oleh ayah buat seluruh anggota keluarga.

    ya misalnya itu tadi, aqua habis ujug-ujug penuh lagi, ajaib! nggotongnya sengaja pas istri n anak lagi bubuk, supaya gak tau upaya menciptakan keajaiban itu. hehe..

    menyenangkan! 🙂

  2. @mas budiono: wah, emang musti nunggu anak + istri bubuk yah biar keliatan “ajaib”nya? Hahaha
    Asssiiik aku cari suami yang rajin aaah 😀

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *