Tentang Jalan Moh. Kahfi 1

Jalan Moh. Kahfi 1 adalah jalan poros yang menghubungkan Jakarta Selatan ke kawasan Depok melalui Ciganjur – Tanah Baru – sampai tembus Sawangan. Saya sering bercanda dengan diri sendiri bahwa jalur ini adalah jalur “pedalaman” Jakarta-Depok karena daerah ini tidak terlalu metropolitan. Tidak ada jalur KRL seperti jalur Pasar Minggu – Lenteng Agung Depok. Tidak ada jalur tol seperti tol Jagorawi. “MRT” yang tersedia hanya Busway yang sampai Ragunan. Jalan tol terdekat adalah tol JORR TB. Simatupang. Tidak ada hyper-market macam Carrefour — terdekat adalah Carrefour Lebak Bulus dan Hypermart Pejaten Village (Penvil).

Ini adalah konsekuensi negatif yang saya ambil ketika memutuskan tinggal di daerah Jagakarsa. Kemacetan lalu lintas. Ada beberapa titik simpul kemacetan di jalur ini, terutama di dekat rumah di pertigaan Jl. Brigif. Katanya sih jalan ini akan menjadi pintu tol Depok – Antasari yang entah kapan dibangun hehe. Tetapi mana sih sekarang Jakarta pinggiran yang tidak macet? Sementara saya masih pakai sepeda motor, dengan jarak kilometer yang masih terjangkau motor, kemacetan bukan masalah yang terlalu serius (sampai saat ini lho hehe).

Ketidakadaan hypermarket menjadikan UKM tumbuh subur di sepanjang jalur M. Kahfi 1. Ternyata semua kebutuhan ada sedia di dekat rumah. Kebutuhan pokok seperti galon Aqua dan tabung gas tentu saja ada. Alat-alat perabotan rumah kayak ember, selang air, kran, listrik, lampu, panci, wajan ada di toko. Sandal sepatu ada. Pom bensin ada. Dan yang baru kami temukan hari Minggu kemarin, hyper-market ternyata ada, meskipun bukan nama besar seperti Carrefour, Giant, atau Hypermart. Namanya: Fortune.

Tinggal satu, dimana ada pasar tradisional buat beli bawang, brambang, tahu, dan bahan-bahan masak begitu? Ternyata ada pasar namanya Pasar Timbul. Wah, lengkap sudah.

Jagakarsa adalah tempat yang masih cukup ideal untuk tinggal. Udaranya masih sejuk dan dingin, air bagus (kalau di tempat saya bau besi/banger meskipun jernih), banyak pohon-pohon. Weekend saya pilih di rumah seharian, sambil makan. Dua minggu lagi kayaknya berat badan saya balik lagi ke 85.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

4 comments

  1. wah jadi di situ bisa bikin sumur bro? enak itu, masio banger bisa dibuat siram-siram tanaman. kalo saya full pake PDAM krn gak ada sumur di rumah. mau mbikin sendiri ijinnya ribet 🙂

  2. Heloo tetangga kampung (eh lebih tepatnya tetangga provinsi, walaupun dkt ga lebih dari 4km tapi udah beda provinsi)… Btw kalau sempet main-main ke Cinere, juga ada lho pasar segar yg jualannya kurang lebih kayak pasar tradisonal, cuma tempatnya lebih nyaman n ber AC hehe…
    Dan persis di depannya juga ada Ace hardware plus sodara-sodaranya kayak Informa, Toys Kingdom, n Grand Lucky. Agak sedikit lebih jauh ke arah Cinere Raya ada Mall Cinere.
    Beruntunglah berjodoh dengan tempat tinggal yang ga cuma masih asri dan adem tapi juga deket dgn sarana-sarana publik.

    Eniwei…happy wedding dan selamat menempuh hidup baru di rumah baru, Mas Galih dan Istri.

  3. Selain ke Fortune Ciganjur, bisa ke Giant & Superindo di Mal Cilandak KKO.

    Sekali2 cobain makan nasi uduk, warungnya sebelah kiri pom bensin pasar timbul, bukanya sore ke malam.

  4. bnyk kolam pemancingan, bengkel modifikasi motor trail, jalur langganan saya ke istn 5 taun yg lalu hahaha.. ohh cepatnya waktu berlalu 😀

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *