Office 365, Solusi Cloud untuk Perusahaan

Teman saya sedang mendirikan perusahaan startup yang bergerak di bidang G&G services. Sebagai perusahaan yang mulai berjalan, berbagai infrastruktur disiapkan, seperti kantor, komputer-komputer, dan tentu saja sistem IT backoffice-nya. Awalnya ia ingin membuat infrastruktur IT sendiri — web, email, kalender, manajemen proyek –sendiri. Saya bilang, apakah tidak terlalu besar investasinya? Saya menyarankan tiga hal:

  • Menyewa web dan email hosting
  • Menyewa VPS (Virtual Private Server)
  • Menyewa layanan cloud Office 365 dari Microsoft

Opsi pertama meskipun yang paling murah tetapi kurang tepat kebutuhan. VPS ternyata lebih mahal jika dibandingkan dengan cloud Office 365. Di Office 365, kita sudah diberikan paket email account, website berbasis sharepoint, team site untuk kolaborasi, dan aplikasi Microsoft Office lengkap. Dan bedanya dengan layanan dari Google, disediakan pula lisensi MS Office versi desktop. Jadi untuk kebutuhan pekerjaan kantor secara offline, tidak diperlukan CD bajakan lagi.

Membangun infrastruktur sendiri dalam jangka pendek jelas jauh lebih mahal. Kita harus punya koneksi internet dedicated untuk server farm. Dan itu jauh lebih mahal dari harga Speedy yang paling mahal sekalipun. Belum lagi harus beli server-server untuk email dan web. Belum lagi maintenance-nya — pertempuran melawan spam yang melelahkan.

Zaman sekarang layanan cloud hadir untuk menjawab kebutuhan ini. Dihitung-hitung, total sekitar Rp. 500 ribu per bulan untuk lima orang staf, dengan lisensi MS Office mencapai 25 komputer. Ada plus minusnya memang, tetapi dipikir-pikir jika dibandingkan dengan biaya investasi membangun infrastruktur sendiri, yang ini jauh lebih murah — bahkan dengan VPS. Biaya itu paling hanya bisa mendapatkan satu server dengan spek minimal.

Ternyata settingnya juga cukup mudah. Saya menyelesaikan semuanya dalam dua hari. Beli domain, setup DNS server untuk diarahkan ke Microsoft, lalu sisanya tinggal dilakukan di webnya Office 365. Setup email, website, dan team site. Kesulitannya kemarin adalah memindahkan DNS dari MasterWebNet ke Microsoft. Saya rupanya bolos pas diajari setting DNS oleh mentor saya dulu di ITS, hehehe. Atas bantuan beliau juga, akhirnya DNS bisa dipindahkan ke sana.

Dan sepertinya, arah layanan ke depannya akan ke sana. Microsoft Office 2010 sangat dilengkapi fitur-fitur untuk mengakses layanan cloud. Di Indonesia sudah ada yang memulai belum yah? Seiring dengan semakin cepatnya koneksi internet, saya rasa era cloud service di Indonesia tidak akan lama lagi akan hadir.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

One thought

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *