Firefox yang Semakin Berat

Pertama kali saya kenal Firefox adalah waktu kuliah ketika mentor lab saya memperkenalkan browser selain Internet Explorer. Sejak itu saya setia memakai Firefox sebagai browser yang menyenangkan. Cepat, nyaman, dan memberikan perlindungan keamanan yang lebih dibandingkan IE yang kuno. Apalagi hidup saya sebagai programmer, Firefox benar-benar tools untuk programmer dengan kelengkapan Add-On nya. Web Developer, Firebug, adalah contoh-contoh Add-on yang sangat membantu hidup seorang programmer.

Entah apa yang terjadi dengan development Firefox, makin hari, saya kok merasakan Firefox semakin berat ya? Apalagi sedikit-sedikit ada saja upgrade major. Masak hari ini sudah lari ke versi 20 aja. Saya memang tidak punya data ilmiahnya, hanya perasaan saja.

Di Macbook, saya menyukai browser bawaaan Mac, yaitu Safari. Tidak tahu kenapa tapi kayaknya cocok saja browsing-browsing dengan Safari. Dan yang jelas, Safari lebih bagus dari Firefox di Mac.

Di Windows, saya masih setia dengan Firefox — hingga akhir-akhir ini waktu saya menemukan Firefox sering mengalami hang. Akhirnya saya memutuskan download Chrome. Meskipun terkenal sebagai browser ringan, saya agak tidak suka Chrome karena khawatir pola saya browsing disimpan oleh Google.

Tapi memang Chrome adalah browser yang paling canggih sekarang ini nampaknya. Kesannya itu ringan, cepat, dan tipis, tidak berat. Mungkin didukung oleh user interface yang benar-benar mengesankan kalau dia itu ringan dan hemat memory.

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

5 thoughts

  1. Saya juga pengguna Chrome dan setia dengan browser satu itu.

    khawatir pola browsing di simpan Google? hmm… kira-kira browsing apa ya? 😉

    1. Bukan browsing apa nya Nick, tetapi menyangkut privasi. Tingkah laku browsing dari jutaan orang bisa dianalisis dan bisa dijual untuk pengiklan. Jadinya Chrome jika melakukan ini bisa dianggap sebagai Spyware.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *