Catatan Umrah, Hari Kedua

Madinah Al-Munawarah, 23 Maret 2013. Assalamu’alaika, ya Rasul.

Saya tidak sempat beristirahat karena memang jam biologisnya tak bisa dibohongi kalau di Jakarta sudah siang. Jadi setelah saling berkenalan dengan teman sekamar, saya langsung mandi dan bersiap-siap untuk shalat subuh.

Setelah subuh selesai, jamaah tiba-tiba serentak bergerak menuju Raudha. Berdesak-desakan. Lebih dorong-dorongan waktu melewati makam Rasulullah. Saya rasa, Rasulullah akan sedih melihat kondisi ini.

Jamaah tidak diberi kesempatan masuk Raudha. Terlalu crowded. Wajar karena ini adalah tempat yang jika kita berdoa di sini, doa kita tidak akan ditolak. Pada waktu kesempatan kedua, waktu Dhuha, saya berkesempatan bisa masuk dan shalat di situ, shalat taubat dan shalat hajat. Dan akhirnya bisa membacakan semua titipan doa dari teman-teman.

Meluruskan niat, adalah ujian bagi para jamaah Masjid Nabawi. Bagaimana tidak, di sekitar masjid adalah pusat belanja! Di sini bahasa Inggris bukan bahasa yang populer, bahasa pertama adalah bahasa Arab, bahasa kedua adalah bahasa Indonesia. Saya lihat hampir semua teman seperjalanan menenteng belanjaan sepulang dari masjid. Saya sendiri — hehehe, karena ga bawa uang, ga bisa ikutan belanja. Maaf yah nanti kalau oleh-oleh ya ga banyak.

Soalnya kemarin saya sudah “sai” dari gedung ke gedung. Cuma ada satu ATM, dan kok ya pas mau saya ambil duit, isi ATM-nya kosong. Nampaknya Saudi bukanlah Indonesia. Coba kalau di sini, paling tidak akan ada setengah lusin ATM Center.

Ada satu catatan saya, di sini barang elektronik sangat murah. Ada Galaxy Notes dijual cuma SR 300 atau cuma ga ada seperempat harga. Jam tangan Tissot juga begitu. Nah, karena saya berprinsip barang bagus itu mihil, saya sudah curiga saja dengan barang-barang itu.

Ada teman sekamar yang beli. Sebelumnya saya sudah bilang saya agak ragu dengan touch screen nya yang ga responsif. Tapi karena super murahnya akhirnya dibeli juga Galaxy S3 itu. Di kamar saya mbatin, S3 kok OS-nya masih Froyo — tapi saya diam saja takut merusak euforia teman saya itu hihihi…

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

3 thoughts

  1. kyaaaaa.. jadi sudah dibacakan kah mas gal? wkwkwkw.. asiiikk makasi yaaa *hughug* lekas kembaliii, atiko sendirian muluk tiap malem tuh.. hihihihi..

  2. Maaasss Galih, titip doa ya, dimanapun juga boleh (soalnya “waktu pembacaan titipan doa dr temen2” udah lewat tuh), hehe

    Tlg doakan saya bisa segera nyusul kesana, juga lancar rizki dan jodoh, hihihi. Aamiin.. Makasih 🙂

Leave a Reply to cyn Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *