Transaksi yang Berkualitas

Menjadi chartist, atau trader yang menggantungkan transaksinya atas dasar hasil analisis teknikal, kadang-kadang kepuasannya bukan pada besar kecilnya keuntungan yang didapat, tetapi dari ketepatannya meramal pergerakan harga saham.

Seorang chartist memang tidak mungkin bisa menebak arah harga saham hanya berdasarkan pergerakan historikal, tetapi hal itu membantu mengambil keputusan yang jauh dari spekulasi. Membeli atau menjual saham tanpa dasar sangat berbahaya, dan analisis teknikal menyediakan batasan-batasan tertentu untuk kapan kita beli dan kita jual.

Oh, tidak ada itu namanya timing di pasar modal. Orang tidak bisa menebak. Tetapi analisis teknikal memang bisa membantu mengantisipasi kok. Ketika sinyal negatif muncul, kita harus keluar posisi. Kalau toh ternyata harga melambung naik ya dibiarkan saja. Iya kalau naik, kalau turun gimana? Keputusan untuk keluar sangat membantu untuk melindungi dari kerugian.

Akhirnya IHSG longsor juga, setelah sekian lama ditunggu-tunggu, hehehe… Hari ini saya 100% cash setelah melepas saham terakhir saya — CPIN. Sambil menunggu tanda pembalikan arah, mungkin saya akan top up reksadana lagi. Strategi yang berbeda untuk tujuan berbeda, trading dan investasi. Tujuan berbeda dengan visi yang sama: memperbesar aset atau kapital, sementara orang yang berusaha melakukan itu dinamakan… kapitalis, hehehe…

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

One thought

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *