Cara Meningkatkan Tabungan

Saya sedang mengikuti kuliah Fundamentals of Financial Planning di Coursera.org yang diajar oleh dosen bersertifikat CFP. Minggu lalu adalah minggu pertama dan membahas hal-hal dasar yang harus diketahui oleh setiap orang yang akan memulai perjalanannya mengelola keuangan pribadi.

Pada prinsipnya sama dengan yang diajarkan oleh setiap perencana keuangan: mengetahui di mana posisi keuangan kita dan menuliskan tujuan keuangan kita.

Untuk mencari tahu dimana posisi kita, caranya cukup sederhana. Pertama adalah memotret kondisi keuangan dengan membuat Net worth statement, atau mencatat berapa harta dan berapa hutang, lalu selisihnya banyakan harta apa hutang. Yang kedua adalah mengetahui kondisi Cash flow, berapa penghasilan dan berapa pengeluaran. Selisihnya untuk mengetahui apakah kita besar pasak daripada tiang atau tidak. Dan yang ketiga adalah Emergency funds. Ini adalah dana segar yang harus disiapkan untuk mempersiapkan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Besarannya sekitar 3-6 bulan pengeluaran.

Nah, karena mahzab CFP adalah mahzab kapitalis, maka pengelolaannya pun juga dengan cara kapitalis. Cara dasar untuk memenuhi tujuan keuangan adalah memperbesar selisih positif antara pendapatan dan pengeluaran. Atau dalam kalimat yang lebih sederhana: memperbesar tabungan. Urusan bagaimana memanfaatkan tabungan ini supaya berkembang efektif adalah urusan lain.

Cara memperbesar tabungan juga sudah banyak yang tahu pastinya. Gampang teorinya, susah dijalankannya. Itu sudah pasti. Berikut beberapa tips dari dosen virtual saya tadi:

  • Menaruh tabungan di rekening tersendiri yang susah diambil. Gunting saja kartu ATM-nya.
  • Transfer uang ke rekening ini secara rutin. Pakai autodebet misalnya.
  • Jadikan menabung sebagai pengeluaran tetap bulanan, dan lakukan di awal setelah gajian seperti layaknya bayar tagihan-tagihan.
  • Tentukan target, dan rayakan target itu ketika target tercapai. Ini yang saya suka. Setiap kali target keuangan saya tercapai, saya selalu merayakannya. Yang paling saya ingat adalah ketika saya berhasil membeli saham saya untuk pertama kalinya, besoknya saya ke Plaza Senayan membeli jam tangan, hehehe…

Intinya sih sebenarnya kembali ke komitmen dan keseriusan kita. Duit hari ini, mau dihabiskan hari ini juga, atau nanti. Logikanya sama saja. Masalahnya adalah ketika kita punya duit, rasa-rasanya seisi dunia mau dibeli. Shop ’til drop katanya. Ujung-ujungnya duit habis aja ga kerasa.

Untuk mengetahui lebih detail tentang perencanaan dan pengelolaan keuangan pribadi ini, bisa ikut kuliah juga di Coursera, atau kalau mau baca buku yang sudah saya tulis hehehe. (Promosi, #repost gan). Silakan di-download di homepage saya yah. Gruatisss. Pamrihnya cuma semoga ilmunya bermanfaat sehingga saya dapat pahala jariyah hehe. Amiiinn…

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

3 thoughts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *