Resolusi 2013

Ada ungkapan bilang bahwa resolusi dibuat untuk dilupakan. Saya setuju sehingga saya sering tidak menseriusi rencana-rencana yang telah saya buat di awal tahun. Saya pikir itu dikarenakan oleh beberapa hal: (satu) tidak serius, dan (dua) terlalu muluk-muluk. Orang hanya melempar keinginan tanpa pernah mau serius menindaklanjutinya. Itu yang membuat resolusi menjadi sulit untuk diwujudkan dan akhirnya dilupakan begitu saja.

Untuk pekerjaan di kantor saja, di pabrik tempat saya bekerja, setiap karyawan diharuskan membuat performance contract satu tahun. Ini merupakan rencana kerja setahun yang akan dijadikan bahan ukuran prestasi bekerja, yang ujung-ujungnya akan berpengaruh ke kenaikan gaji dan percepatan karier. Masak untuk perusahaan saja saya bisa serius, untuk rencana hidup setahun kedepan malah tidak terarah?

Tahun 2012 saya rasakan cepat sekali berlalu, dan cukup banyak pencapaian yang didapat. Saya akhirnya diwisuda untuk gelar master saya dari Universitas Bina Nusantara sebagai Magister Manajemen. Senang namun sedih rasanya meninggalkan bangku sekolah lagi. Saya selalu merasa kolam sejati saya adalah dunia pendidikan, mengingat darah guru yang mengalir deras (terlalu deras) di tubuh saya. Saya seperti mendapatkan tambahan energi jika sedang melakukan riset, dan ada kepuasan dan kebahagiaan tersendiri ketika saya bisa mengajarkan ilmu ke orang lain.

Di awal tahun saya mendapatkan promosi menjadi Sistem Analis, mengkoordinasi satu tim kecil dalam beberapa project integrasi. Ini yang membuat saya sibuk sekali sepanjang tahun sehingga jumlah tulisan saya makin hari semakin menurun jumlahnya. Saya tahu persis bahwa saya butuh menulis sebagai media ungkapan pemikiran, sehingga saya sempatkan menulis juga. Tetapi ternyata fotoblog saya di foto.galihsatria.com terbengkalai karena saya semakin jarang punya kesempatan untuk hunting foto. Tahun 2012 berlalu tanpa ada daftar sepuluh terbaik saya di tahun 2012, hehehe…

Saya akhirnya berhasil menyelesaikan buku kedua saya yang membahas pengelolaan keuangan pribadi, berjudul GNU Cash: Menjadi Fund Manager untuk Uang Anda Sendiri. Saya mencetaknya beberapa di nulisbuku.com sebagai hadiah, dan e-booknya sepenuhnya saya publikasikan secara gratis di homepage saya di www.galihsatria.com.

Allah menganugerahkan rahmat yang begitu besar bagi saya sehingga tahun 2012 juga saya bertemu dengan calon isteri. Setelah bertahun-tahun berkutat bolak-balik di jalan yang itu-itu saja, akhirnya saya dipertemukan dengan wanita yang insya Allah (semoga) mau menerima saya apa adanya, satu paket lengkap dengan segala kelebihan, kekurangan, dan kekanak-kanakannya. Alhamdulillah.

Jadi Apa dong Resolusi 2013?

Oh iya, jadi keterusan nulis review tahun 2012 (harusnya dibagi jadi dua artikel ya?). Jadi rencana dan cita-cita saya di tahun 2013 adalah kira-kira sebagai berikut:

  • Bekerja lebih keras lagi, menyelesaikan beberapa rencana kerja yang sudah disusun.
    Saya sering bilang, lebih mudah menjadi seorang programmer yang geek dan freak daripada menjadi sistem analis yang harus memikirkan hal teknis sekaligus non-teknis termasuk keputusan-keputusan politis! Masih banyak yang harus saya pelajari lagi dan saya yakin akan lebih baik lagi di tahun 2013. Meskipun mungkin kemampuan teknis saya (JSF, RichFaces, Hibernate, JPA, Sharepoint, Oracle SOA Suite!) tidak sehebat dulu, tapi saya akan menikmati tantangan bertemu dengan banyak orang mendiskusikan banyak hal.
  • Punya rumah.
    Sejak tiga tahun yang lalu saya mulai bingung dan bertanya-tanya dimana saya akan tinggal. Melihat kemampuan saya sebagai pekerja kelas menengah, saya tahu pilihan saya hanya daerah suburban seperti Depok, Serpong, BSD, Tangerang, atau Bekasi. Tetapi tahun ini suka atau tidak saya harus segera memutuskan untuk tinggal dimana dan punya rumah sendiri.
  • Berangkat Umrah.
    Tahun lalu, saya berdebat dengan diri sendiri apakah saya pergi umrah dulu atau uangnya dimasukkan ke Depag untuk mendapatkan antrian untuk haji. Hasilnya tidak ada yang saya pilih, uang hasil menyisihkan biaya kuliah masih ada di tabungan dan saya takut-takut saja kalau uang itu lari untuk beli gadget. Akhirnya saya bernadzar jika saya naik promosi, saya akan umrah, karena kalau tidak begitu, tidak ada “paksaan” untuk berangkat umrah. Setan akan lebih dahsyat menggoda untuk tidak melakukan apapun baik umrah atau haji. Tahun ini akan saya laksanakan nadzar itu, insya Allah.
  • Menulis buku.
    Saya bertekad akan menulis satu buku setiap tahun. Tahun ini semoga saya bisa menyelesaikan minimal satu buku teknis (entah bidang keuangan atau teknologi informasi) dan satu lagi tentang essay foto. Perjalanan saya ke Medan kemarin sedang saya kumpul-kumpulkan dan saya cicil ditulis di blog. Nanti kalau sudah terkumpul tinggal bikin layout-nya di Adobe InDesign.
  • Menikah!
    Insya Allah. Saya memimpikan sebuah pernikahan yang sederhana saja, tidak perlu bermewah-mewah heboh begitu. Bahkan untuk prewedding pun saya sebenarnya segan meskipun saya sering memotret pasangan yang akan menikah. Saya itu sebenarnya malu kalau difoto, apalagi dengan bergaya begitu. Tapi sepertinya calon isteri akan suka difoto prewedding. Ada yang mau membantu saya memotretkan? Saya kan tidak mungkin bawa kamera sendiri lalu pakai timer dan remote control, hahaha…
  • Saya akan melanjutkan hobi foto lagi dengan mengupload lebih banyak foto di foto.galihsatria.com. Saya sudah memulainya dengan berusaha merutinkan upload foto ke kategori Daily Photos sehari satu foto. Ini sulit sekali buat konsisten, tapi saya berharap nanti di akhir tahun saya bisa mengumpulkan minimal 365 foto sehingga akan ada lagi artikel “Sepuluh Foto Terbaik Saya di 2013” begitu.

Itu saja. Selamat tahun baru 2013. Mari menyongsongnya dengan harapan dan cita-cita, dan tentu saja mari bekerja keras untuk menuju hal yang lebih baik lagi. Jos!!!

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

5 thoughts

  1. luar biasa capaian sampeyan di 2012 bro, dan semoga di 2013 itu semua hajat bisa terlaksana dengan baik dan lancar..

    punya rumah? itu wajib hukumnya, lebih baik sih sebelum menikah, tapi saya baru mampu beli setelah menikah, itupun di bawah target awal saya (beli rumah jadi, padahal awalnya pengen membangun sendiri di tanah seluas minimal 400 meter)

    menikah? itu wajib dipercepat, dan insya allah rejeki yang jumlahnya sama akan terasa lebih nikmat jika dinikmati bersama istri dan keluarga

    umroh? ini yang saya sendiri belum kepikiran, barusan mertua menyarankan umroh dulu daripada nunggu antrian haji yang masih lamaaaa berangkatnya :d

    menulis buku? asekk.. perlu ditiru! 🙂

  2. Alhamdulillah selamat ya mas sudah menemukan bidadarinya..percepat umrohnya mas,klo bisa pas ramdhan pasti bakal ketagihan kesana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *