IT di Industri Minyak dan Gas

Era milenium ke-3 atau abad 21 bukan ditandai dengan hidupnya robot-robot pintar seperti yang saya bayangkan waktu kecil, tapi penetrasi internet dan hadirnya teknologi informasi (Information Technology – IT) di semua bidang. Kini tidak ada bidang pekerjaan yang tidak memanfaatkan IT, termasuk industri minyak dan gas, industri tempat saya bekerja.

Secara umum, model bisnis industri hulu migas sangat sederhana. Ada dua tahapan dalam eksploitasi migas, yaitu eksplorasi dan produksi. Eksplorasi adalah fase coba-coba dimana suatu lapangan yang diduga berpotensi memiliki kandungan migas mulai dibor. Sumur-sumur eksplorasi dibor untuk mengetahui kondisi perut bumi di bawah sana. Bisa jadi yang keluar adalah air, atau bahkan tidak keluar sama sekali.

Fase produksi adalah ketika lapangan eksplorasi dinyatakan benar-benar memiliki sumber daya migas dan siap diambil. Sumur produksi dibor, minyak atau gas yang keluar dialirkan melalui pipa ke plant lalu dialirkan untuk dikapalkan ke pembeli. Garis besar alur bisnis migas salah satunya diterangkan di web ini: http://www.vico.co.id/gas-business.

Karena bisnisnya cukup sederhana, maka implementasi IT untuk mendukung proses bisnis itu juga relatif sederhana, meskipun tidak murah. Selain infrastruktur telekomunikasi dan jaringan, aplikasi-aplikasi yang dibangun di atasnya juga tidak ada yang terlalu istimewa. Misalnya aplikasi monitoring produksi, penanganan rantai supply material (perencanaan, pengadaan, dan penggudangan), aplikasi keuangan dan akunting, aplikasi personalia, dan beberapa aplikasi pendukung lainnya.

Mayoritas aplikasi bisnis adalah aplikasi manajemen data. Hanya beberapa aplikasi yang masif terhadap komputasi grafis seperti aplikasi Geology and Geophysics dan aplikasi berbasis pemetaan. Diantara semua itu, integrasi yang dilakukan menggunakan sistem berbasis service (SOA – Service Oriented Architecture).

Memang cakupan IT di industri migas sudah sangat luas. IT telah menjadi business enabler, meskipun belum menjadi business driver. Posisi IT di industri migas adalah sebagai consumer teknologi. Kami jarang sekali bisa mengembangkan riset untuk suatu implementasi IT. Yang sering kami lakukan adalah mengundang konsultan IT, menjelaskan kebutuhan teknis, lalu mengawasi pelaksanaan implementasi mulai dari pengadaan hingga eksekusinya. Itulah sebabnya, meskipun secara adopsi teknologi IT di industri migas cukup kompleks dari A ke Z, pelaksanaannya cukup sederhana.

Hal ini menyebabkan kompetensi yang diperlukan tim IT di sektor migas juga berbeda. Di sini yang diperlukan adalah orang yang generalis – tahu sedikit dari yang banyak. Beda dengan tim IT di konsultan yang dituntut menjadi spesialis – tahu banyak dari yang sedikit. Menjadi generalis atau spesialis tentu memiliki keuntungan dan kerugiannya masing-masing.

Jadi, tertarik menyelami IT di industri hulu migas? ^_^

Published
Categorized as ITisMyWorld

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *