Aplikasi yang Saya Pakai di iPad

Saya pikir saya perlu share saya ngapain aja dengan iPad saya. Sekitar beberapa lama sebelum iPad 3 masuk Indonesia, saya merasa perlu mempunyai iPad untuk aktivitas trading saya di pasar modal, karena semakin lama saya semakin frustrasi dengan BlackBerry yang layanannya semakin menurun. Saya tidak mungkin melakukan aktivitas trading dengan menggunakan PC dan internet kantor karena memang koneksinya diblok. Dan saya rasa terlalu ribet jika harus membawa laptop pribadi dari rumah ke kantor.

Jadi, saya tidak sepenuhnya membeli iPad untuk hura-hura gila gadget. Saya butuh untuk mendukung aktivitas trading di pasar modal. Buat usaha cari duit juga ujung-ujungnya hehehe… Dan karena pada dasarnya saya tidak suka game, iPad saya pakai untuk membaca buku (ini alasan utama kenapa saya harus beli iPad 3 yang retina display).

Aktivitas Trading

Saya tidak memerlukan sebuah running trade yang real time karena saya bukan intraday trader. Saya cukup memakai browser bawaan iPad (Safari Mobile Browser) untuk akses aplikasi online trading yang disediakan broker saya (Mandiri Sekuritas). Kemudian untuk mendapatkan berita terbaru dari mailing list, saya memakai aplikasi Mail bawaannya iPad. Semua email account saya pindahkan ke iPad dari BlackBerry.

Organizer

Orang makin dimanjakan oleh gadget itu makin pikun dan pelupa. Aplikasi organizer nya iPad sudah sangat memenuhi kebutuhan, seolah-olah kita memiliki personal organizer sendiri. Aplikasi Calendar bisa menangani multi account dari iCloud, Google Calendar, Yahoo! Calendar, dan paling menarik adalah dari Microsot Exchange. Sehingga dengan ini saya bisa menggabungkan daftar kegiatan saya baik yang pribadi (iCloud) maupun daftar jadwal meeting pekerjaan di kantor (Exchange).

Social Media

Untuk Facebook, saya memakai aplikasi resmi keluaran Facebook. Sedangkan untuk Twitter, saya memakai Tweetbot for iOS. Saya tidak terlalu suka aplikasi bawaan Twitter (Twitter for iPad) karena agak terlalu basic. Untuk chatting, saya memakai Yahoo! Messenger meskipun tidak pernah dipakai lagi. iMessage juga tidak terpakai meskipun ada beberapa kontak sesama pengguna iOS. Untuk chatting, saat ini juaranya tetap BlackBerry Messenger, hehehe…

RSS Reader dan Aktivitas Blogging

Berhubung saya ini masih blogger, saya masih menyimpan beberapa link RSS di Google Reader yang semakin lama semakin sepi. Nah, aplikasi yang bisa mengambil data dari Google Reader ini namanya Reeder. Jadi saya tidak perlu mengumpulkan RSS Feed lagi di iPad. Agak mahal harganya sekitar Rp. 50,000. Tapi aplikasi gratisan yang ada selain penuh iklan juga tidak memuaskan saya.

Di iPad ini saya juga mengenal kebiasaan baru, yaitu  mengumpulkan link-link, menyimpannya untuk dibaca nanti secara tersendiri (read it later). Karena ketika saya sedang asyik-asyiknya men-skrol-skrol Twitter atau RSS Reader, malas rasanya kalau harus mengklik link untuk baca tautan di luar Twitter/RSS Reader. Yang paling sering misalnya ada twit yang merujuk ke situs berita seperti Detiknews. Link-link ini kalau tertarik untuk dibaca nanti, saya memakai aplikasi Readability. Hasil pengumpulannya disusun jadi daftar baca seperti RSS Reader. Dan tampilannya juga disesuaikan dengan aplikasi mobile sehingga lebih bersih dan lebih nyaman.

Meskipun saya jarang nulis blog di iPad, kadang-kadang saya perlu menulis draft mumpung masih ingat. Jadi saya memakai aplikasi WordPress karena blog saya adalah self-hosted WordPress. Saya tinggal mengaktifkan fitur XML-RPC di blog saya dan aplikasi di iPad bisa langsung mengaksesnya.

DropBox

Nah, salah satu kelemahan iPad adalah masalah storage. Internal storage-nya yang menjadi pembeda utama kelas antar model iPad membuat iPad (dan semua iOS) sangat tidak transparan untuk melakukan manajemen file. Tidak ada yang namanya File Explorer di iPad. Dimana tersimpan foto, buku-buku, dan musik? Tidak terlalu jelas. Oleh karena itu penyimpanan awan (cloud storage) sangat diperlukan. Saya memakai DropBox karena sangat terintegrasi diantara device-device Apple.

Saya aktif memakai DropBox untuk menyimpan hasil analisis chart suatu saham di ChartNexus di Mac karena di iPad tidak ada aplikasi yang memuaskan untuk analisis harga saham melalui grafik. Jadi saya melakukan analisis di malam hari untuk persiapan perdagangan besok, dan di iPad saya melihat screenshot hasil analisis yang disimpan di DropBox untuk membantu keputusan trading.

Baca Buku

Bye-bye Kindle! Saya sangat puas dengan kualitas retina display-nya iPad 3 yang tidak membuat lelah dan pedih di mata. Siapa yang bilang retina display itu hanya gimmick dan hanya terlihat bedanya di mikroskop, pasti dia bukan kutu buku. Saya sekarang bisa membaca buku-buku PDF dengan nyaman tanpa harus mengkonvert-nya ke format tradisional epub atau mobi setiap kali mau baca buku PDF. Di sini aplikasi yang saya pakai adalah iBooks bawaan iPad.

Selain itu, sekarang sudah ada penjual majalah dan koran yang sangat update yang bisa dibeli di iPad. Kita tidak perlu lagi membeli majalah terkenal seperti FHM, Warta Ekonomi, Tempo, InfoKomputer secara hardcopy. Wayang Force adalah aplikasi newsstand yang menjual majalah ini secara softcopy. Harganya kebanyakan sedikit lebih murah dari versi cetaknya. Dan untuk majalah-majalah lama sering dibagi secara gratis untuk didownload.

Aplikasi Lainnya

Tidak banyak aplikasi yang saya pakai. Jadi memang storage 16 GB sudah cukup buat saya. Karenanya saya juga tidak merasa perlu untuk men-jailbreak iPad saya ini. Setiap kawan yang mencoba iPad saya hampir selalu berkomentar begini, “Lho kok cuma segini aplikasinya? Kok gak ada game-nya?”

Berikut adalah daftar beberapa aplikasi yang belum saya bahas secara tersendiri di paragraf sebelumnya:

  • Notes (bawaan), untuk mencatat hal-hal yang perlu dicatat, termasuk draft untuk ngeblog
  • Reminders (bawaan), terintegrasi dengan iCloud, bagian dari organizer sebagai pengingat hal-hal yang harus dikerjakan
  • Youtube (bawaan), untuk melihat video di Youtube tanpa Flash
  • Videos (bawaan), aplikasi pemutar video di iPad
  • Photos (bawaan), aplikasi penyimpan berkas gambar
  • Camera (bawaan), aplikasi untuk merekam gambar dan video. Kualitasnya lumayan.
  • Maps (bawaan), menggunakan Google Maps, cukup sebagai pemandu dengan memanfaatkan GPS
  • AppStore (bawaan), mencari aplikasi-aplikasi ya di sini, Android Market-nya Apple lah kira-kira
  • QuranMajeed, aplikasi Al-Qur’an yang font-nya bisa dibesar kecilkan, ada terjemahan bahasa Indonesia dan beberapa murotal dari syekh terkenal
  • GoodReads, untuk mengakses GoodReads
  • Mizan, toko ebook nya penerbit Mizan, saya hanya beli buku Sejarah Tuhan (Karen Armstrong) di sini, karena belum banyak buku bagus yang dijual di sini
  • Wayang Force, toko buku, majalah, dan koran. Yang sudah berkembang dengan baik di sini adalah majalah dan koran. Saya sekarang kalau pengen beli majalah cukup beli di sini
  • Readability
  • Reeder
  • WordPress
  • Dropbox
  • Numbers, bagian dari iWork untuk mengolah file spreadsheet. Bisa juga mengolah file Excel. Saya memakainya untuk menghitung aktivitas trading saya
  • Game Center (bawaan) – kosong
  • Newsstand (bawaan) – kosong
  • iMessages (bawaan), aplikasi chattingnya Apple, tidak terlalu populer karena eksklusif hanya kalangan pengguna produk Apple
  • Photo Booth (bawaan), teman-teman perempuan saya suka aplikasi ini karena bisa narsis
  • Twitter, bawaan Twitter, saya tidak terlalu suka
  • Tweetbot for iOS, aplikasi untuk Twitteran
  • Y! Messenger, aplikasi chatting dengan Y!M
  • Facebook, aplikasi untuk Facebookan
  • Adobe Reader, tidak terlalu bagus, lebih enak memakai iBooks
  • Calculator, aplikasi kalkulator, kadang-kadang saya memerlukannya!
  • VNC, aplikasi untuk mengakses Mac secara remote dari iPad
  • iTunes (bawaan), tidak terlalu berguna karena toko musiknya belum masuk Indonesia. Ebook Store-nya juga belum terlalu berkembang
  • FaceTime (bawaan), seperti iMessages tetapi melalui video conference. Tidak terlalu berfungsi.
  • Skype, aplikasi video conference untuk berbincang-bincang dengan saling bertatap muka
  • Emoji++, aplikasi emoticon agar bisa memakai emoticon di Twitter
  • Contacts (bawaan), aplikasi buku alamat dan nomor telepon. Tersinkronisasi dengan iCloud
  • Paper, aplikasi menggambar. Sayangnya saya tidak terlalu bisa menggambar.
  • Compass, aplikasi yang memanfaatkan GPS untuk mengetahui arah mata angin. Di sini juga ada alat speedometer dan altimeter (pengukur ketinggian dari permukaan laut)
  • Virtuoso, aplikasi piano virtual, kadang-kadang saya memerlukannya untuk sekadar menyanyi iseng atau mencari chord suatu lagu
  • Tabs, aplikasi untuk mengakses situs Guitar Tabs, tempat repositori lirik lagu dan chords-nya
  • UnArchiver, aplikasi untuk mengkompress dan dekompress file zip dan rar
  • StockWatch, aplikasi untuk memonitor harga saham, tetapi saya tidak terlalu suka
  • Mail (bawaan), aplikasi email management
  • Safari (bawaan), aplikasi untuk browsing-browsing
  • iBooks (bawaan), aplikasi untuk baca buku
  • Music (bawaan), aplikasi untuk mendengarkan musik
  • Angry Birds Space, supaya tidak ada pertanyaan, “kok tidak ada game-nya?”
  • Where’s My Water, supaya tidak ada pertanyaan, “kok tidak ada game-nya?”

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

  1. Wow banyak ya.
    Kalo saya cukup sadar akan harga ipad yang mahal, maklum saya buka pekerja kantoran yang dapet gaji bulanan *ditoyor Galih*.

    Lebih karena Google mendominasi banyak hal yang saya kerjakan, akhirnya Android lah pilihan yang tepat, saya butuh aplikasi sosial media dan kemudahan akses menulis semacam wordpress, itu aja sih.

    Kindle masih dipake kok ­čśÇ

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *