Tentang Firas dan Zarah (Novel Partikel)

Zarah adalah nama tokoh dalam novel Supernova terakhir Dee: Partikel. Sedangkan Firas adalah ayahnya Zarah. Mereka berdua adalah ilmuwan sejati yang memiliki gagasan-gagasan gila (seperti ilmuwan pada umumnya).

Firas adalah ilmuwan yang ngefans berat sama teori Darwin, bahwa manusia berasal dari evolusi kera/orang utan. Terbukti bahwa 97% DNA Orangutan mirip dengan DNA manusia. Kemudian, ada makhluk dari dimensi lain yang menculik manusia kera itu dan dikarantina di suatu tempat — yang disimbolkan sebagai surga Firdaus. Tiba-tiba manusia itu mengetahui rahasia reproduksi yang membuat mereka bisa berkembang biak di luar kendali makhluk dimensi lain itu — yang disimbolkan sebagai “buah pengetahuan” terlarang yang dimakan Hawa. Akhirnya manusia dikembalikan ke bumi — yang disimbolkan manusia dikeluarkan dari surga Firdaus.

Dewi Lestari, melalui tokoh Firas dan Zarah, secara halus mengritik banyak hal tentang kehidupan beragama. Bagaimana Zarah dikucilkan dan dicap atheis di sekolah. Termasuk ketika Abah, kakek Zarah, malah naik pitam ketika Zarah menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang lugas tentang keimanan. Abah malah menampar Zarah ketika Zarah berkata, “Bahkan kalaupunTuhan itu ada…”.

***

Firas dan Zarah, seperti banyak ilmuwan yang lain, gagal memahami esensi ketidaktahuan sebagai pengetahuan. Zarah gagal memahami tanda-tanda kekuasaan-Nya pada setiap penciptaan-Nya dan terus memburu jawaban-jawaban ilmiah yang dingin dan logis.

Ilmu pengetahuan sangat banyak dibahas di Al-Qur’an. Coba tengok Al-Baqarah 212, Yunus 24, Luqman 27, Ar-Rum 21-27, 46, 48, 49 dst. Dan yang bikin menohok, banyak ayat-ayat yang ditutup dengan kalimat, … yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi yang berpikir. Atau di ayat yang lain dengan pertanyaan yang diulang-ulang, Apakah kamu tidak mendengar? Apakah kamu tidak memperhatikan?

Ayat-ayat tersebut seperti mengingatkan saya yang bebal dan tidak melihat apa yang sebenarnya terlihat mencolok mata. Memang dalam beberapa titik, ada hal yang tidak bisa dijelaskan karena ketidakmampuan manusia itu sendiri. Abu Bakar ra. pernah berkata, pengetahuan untuk mengetahui ketidaktahuan adalah pengetahuan. Manusia hanya diberi pengetahuan yang amat sedikit, dan seharusnya manusia cukup tahu diri karenanya.

Zarah adalah satu contoh dari orang yang gagal mendapatkan esensi ilmu pengetahuan. (Apa esensinya, menurut saya adalah untuk memahami kebesaran Allah SWT melalui ciptaan-ciptaan-Nya). Ia hanya terhenti pada titik kekaguman dan pemujaannya kepada alam semesta, tidak terus mencari ke sumber pencipta alam semesta itu.

Sayang sih, padahal dia kan cantik. Ukuran bra-nya 34C lho… *halah! apa hubungannya*

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

7 comments

  1. Analaginya mungkin seperti ini…

    Kita membuat program/aplikasi yang didesain untuk bisa menerima/mengolah bilangan integer. Karena bisanya cuma integer, si program tentu akan bingung/error bila dimasukkan bilangan float.

    Kita = analogi dari Tuhan
    Program/aplikasi = analogi dari manusia
    Bilangan integer = ilmu/kemampuan yang diberikan Tuhan pada manusia
    Bilangan float = ilmu di luar yang telah ada di manusia.

  2. lho kok kamu malah salah fokus gitu sih lih *baca kalimat terakhir*

    ps : nomensyen di posting sebelum ini aku baca lho, tapi gak komen aja sik 😛

  3. novelnya Dee emang mesti “beda”.
    aku semacam agak kapok baca novel dia, padahal cuma baca Supernova doank. Mbulet, harus “mikir” pas baca, hehe

    btw, itu kok nyebutnya novel supernova terakhir? emang supernova itu berseri ya? *baru tau*

      1. oalah, berarti aku baca yang pertama tok itu, haha. endingnya gak jelas, semacam science fiction tapi entahlah kayaknya agak terlalu dipaksakan *no offense 🙂

Leave a Reply to Prabowo Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *