Jalan-Jalan ke Bandung

Saya sudah beberapa kali ke Bandung, beberapa kali menginap sampai seminggu di Bandung, tetapi selalu berhubungan dengan urusan pekerjaan — project, meeting, training, dll. Saya suka kota Bandung. Sudah lama saya ingin ke Bandung tidak karena urusan pekerjaan, tapi belum sempat saja. Sampai kemarin saya tiba-tiba diajak seorang aktivis jejaring sosial untuk mengikuti Festival TIK di Poltek Telkom Bandung. Tanpa pikir panjang saya iya-in aja.

Anyway saya sendiri lebih menikmati perjalanannya ketimbang acaranya. Seminarnya sendiri tidak menarik buat saya. Ada talkshow dari Kemenkominfo tentang dampak Facebook dan Twitter. Agak lucu buat saya bapak-bapak pejabat itu “dipaksa” harus mengerti social media karena tuntutan pekerjaan. Saya bilang begitu soalnya terkesan those things are not on their blood. Beda misalnya jika Pak Nukman Luthfie yang suruh bicara soal social media, karena ia sendiri aktivis yang sehari-hari ngetwit.

Terus ada saja peserta talk show yang membuat “panggung sendiri”. Terlihat dari antusiasme-nya, pertanyaan-nya yang sudah disusun seminggu (atau sebulan) sebelumnya, dan pernyataan-pernyataannya yang memang dibuat menarik perhatian dan tepuk tangan. Walah, akhirnya saya kembali meneruskan baca novel Partikel-nya Dee saja. Untung semua hal ini sudah saya antisipasi — jadi kalau ada teman-teman yang lihat ada orang asyik sendiri di belakang, khusyuk membaca lembar demi lembar, tanpa sedikitpun memperhatikan acara talkshow, itulah saya hehe…

Seminar berikutnya dari Pak Onno W Purbo yang membahas tentang OpenBTS. Pembahasannya terlalu telcoΒ buat saya yang berlatar belakang computer science. Saya akan lebih tertarik jika pembahasannya lebih umum, lebih strategis, dan yang seru tentu membahas masalah perizinan dan dinamika dengan operator lokal. Demo yang dilakukan seperti demo membuat software berbasis SOA dengan BPEL tetapi audiens-nya orang awam dan programmer pemula.

Sore hari, syukurlah, saya diajak teman-teman dari Flickr Bandung untuk street hunting di Jalan Braga. Semacam menyambut fotografer dari Jakarta? Wah, saya tersanjung. Disana ketemu beberapa teman yang selama ini cuma tahu hasil karyanya di Flickr. Saya suka kopdar — karena itu termasuk silaturahmi, tetapi saya tidak terlalu suka kopdar besar, terorganisir, dan membawa agenda-agenda tersendiri. Saya akan buat satu essay khusus tentang street hunting ini di photoblog saya.

Malam hari itu Bandung kembali diguyur hujan. Karena memang tidak rencana untuk menginap (saya hanya bawa tas kamera doang ga bawa baju ganti), saya kembali ke Jakarta memakai XTrans terakhir ke Kartika Chandra. Sopirnya kayak dikejar setan tol Cipularang, berangkat jam 10 malam, sampai Pancoran jam setengah 12 saja. Jakarta tentu saja masih belum tidur malam itu.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

8 comments

  1. hehe iya tuh, gak suka kalo seminar, tapi bahasanya gak membumi. Orang pintar yang sebenarnya katanya adalah orang yang dapat menyampaikan sesuatu yang berat menjadi ringan ke orang awam πŸ™‚

    1. Iya, makanya saya suka tulisan-tulisan Dahlan Iskan. Beliau sering menulis bahasan-bahasan berat dengan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti awam. πŸ™‚

  2. itu kalo ndak salah dulunya bernama STT Telkom ya bro? di Dayeuh Kolot? Ahahaha…

    *pernah sebulan sekali ke bandung, selama 4 tahun, ngapeli mahasiswi yg sekarang jadi dosen di sana*

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *