Saham untuk Pemula (2)

Oke, setelah mengerti risiko segala macem, saatnya menjawab pertanyaan “Saya harus membeli saham yang mana?”. Ada lebih dari sekitar 400 perusahaan publik yang listing di Bursa Efek Indonesia. Ada perusahaan yang benar-benar bagus, misalnya Bank Mandiri, Semen Gresik, ada yang sekedar mainan para konglomerat macam perusahaan-perusahaannya group Bakrie.

Bagaimana mengetahui sebuah perusahaan itu baik atau tidak? Melalui analisis laporan keuangan dari setiap perusahaan dan diperbandingkan melalui berbagai macam rasio. Ini harus saya akui tidak gampang karena kita harus mengakrabkan diri dengan bahasa-bahasa accounting. Menjadi seorang finance geek. Ini dinamakan analisis fundamental.

Well, tapi kalau sudah niat belajar, apapun menjadi mudah bukan? Saya mulai baca buku tentang pasar modal dan investasi tahun 2009, lalu di sekolah bisnis S2 diajari Corporate Finance tahun 2010, dan baru berani membeli saham pertama saya: Kalbe Farma, tanggal 23 Januari 2011.

Jika nggak mau report-report, alternatifnya: beli reksadana saham. Tidak cukup waktu untuk belajar segala hal tentang analisis fundamental, sudah ada yang mengerjakan yang disebut manajer investasi. Tinggal cari reksadana terbaik dari majalah-majalah, lalu beli rutin setiap bulan (beli kalau IHSG lagi turun, berapapun turunnya), dan kuitansinya taruh di laci. Buka laci lagi lima tahun lagi dan lihat apakah nilainya sudah berlipat.

Tidaaak! Saya tetap pengen beli saham! Lebih asyik beli biangnya langsung! Tapi gak ada waktu buat belajar analisis fundamental!

Baiklah, masih ada cara buat memilih saham. Conteklah portofolio (susunan/komposisi/daftar saham para manajer investasi). Cari dokumen yang namanya Fund Fact Sheet di website manajer investasi. Atau lebih instan lagi, intip portofolio mereka di Bloomberg. Misalnya, berikut adalah top holding dari reksadana Schroder Dana Istimewa yang saya ambil dari Bloomberg: BNI, United Tractors, Astra International, Bumi Resources, Gudang Garam, Indofood Sukses Makmur, Bank Mandiri, Bank Jabar Banten, PT Telkom, dan Perusahaan Gas Negara.

Sumber yang lain, adalah rekomendasi dari majalah. Ini adalah 20 saham dengan fundamental yang baik menurut majalah Investor edisi Januari 2012:

  1. Bank Rakyat Indonesia (BBRI)
  2. Bank Negara Indonesia (BBNI)
  3. Bank Mandiri (BMRI)
  4. Bank Central Asia (BBCA)
  5. Jasa Marga (JSMR)
  6. Alam Sutera Reality (ASRI)
  7. Holcim Indonesia (SMCB)
  8. Semen Gresik (SMGR)
  9. Astra International (ASII)
  10. Perusahaan Gas Negara (PGAS)
  11. Telkom Indonesia (TLKM)
  12. XL Axiata (EXCL)
  13. United Tractors (UNTR)
  14. Adaro Energy (ADRO)
  15. Aneka Tambang (ANTM)
  16. Indo Tambang Raya Megah (ITMG)
  17. Astra Agro Lestari (AALI)
  18. Charoen Pokphand Indonesia (CPIN)
  19. Indofood Sukses Makmur (INDF)
  20. Kresna Graha Securindo

Nah, silakan pilih salah satu. Tetapi saya pribadi tidak akan berani membeli tanpa konfirmasi dari hasil analisis fundamental saya sendiri. Meskipun cukup rumit, masih ada cara cepat untuk melakukan analisis fundamental dari alat screener website Financial Times. Yang penting adalah kriteria Anda untuk memilih suatu saham. Masing-masing orang akan berbeda kriterianya, sehingga portofolio masing-masing orang juga akan berbeda. Kriteria saya sendiri, akan saya share di postingan berikutnya….

Namanya juga postingan berseri :p

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

5 thoughts

    1. Menurut definisi saya, baik itu:
      e). bisa untuk investasi jangka panjang (jangan sampai besok dijual sama pemiliknya), bertumbuh, market leader, harga saham masih terjangkau, disukai banyak orang sehingga bisa dijual kapan saja (liquid), tidak mudah dimainkan bandar (digoreng), tidak terlalu berfluktuasii biar tidak terlalu deg deg an.

      Biasanya perusahaan mapan gini gerak-gerik harga sahamnya pelan. dalam jangka pendek return tidak terlalu besar, tidak terlalu bisa dimainkan (spekulasi, tek tok trading). Tapi lebih pasti return positifnya.

  1. nyoba’ FT screener,
    example – Adaro outperform forecast nya
    charting not available trus maksudnya analisys fundamental pak?

    wakakak sorry instant juga maunya ternyata tersesat gak dong ki
    ya sudahlah lagi..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *