Saham untuk Pemula (1)

Mbak dokter Vicky menanyakan hal yang luar biasa buagus di postingan saya yang ini, bunyinya begini:

Galih, saya kepingin punya saham. Buat orang awam bermodal kecil-kecilan macam saya, enaknya saya beli saham yang bagaimana, yang seharga berapa, dan kira-kira kapan saya bisa dapet untungnya?

Pertanyaan ini tidak gampang dijawab sebaris dua baris saja karena berinvestasi di pasar modal itu gampang-gampang susah. Sama seperti mas Indobrad yang bilang dia belum berani main saham, saya juga. Saya tidak berani main saham. Saya sangat serius dengan saham sehingga tidak saya mainkan. Sepanjang tahun 2011, saya mencoba berbagai macam teknik trading (atau… baiklah, … spekulasi), dan melihat pola pekerjaan saya, saya tidak cukup waktu untuk melakukan swing trading.

Tapi orang suka yang instan-instan bukan? Jadi di sini saya mencoba membagi tips untuk memulai icip-icip rasanya beli saham. Membeli perusahaan gedeeee. Harapannya, nanti kalau sudah terjun, kalau dapat untung mendadak jangan jadi merasa hebat, kalau dapat rugi, jangan panik dan jangan kapok. Terus belajar.

1. Kenali Risiko

Kita semua sudah tahu sampai tingkat paranoid. Pasar modal itu risiko tinggi. Sudah banyak cerita banyak orang yang bangkrut karena maen saham. Gejolak ekonomi selalu diawali dari keruntuhan pasar modal. Sebaliknya, indikator makro yang bagus juga diawali dari kinerja pasar modalnya.

Sebagian orang akan menghindari risiko. Tapi sebagian lagi melihatnya sebagai kesempatan untuk menangguk hasil yang lebih besar dengan meminimalisir risiko.

Percayalah pada saya, ada saham-saham yang tingkat risikonya nyaris seperti deposito.

Jadi hal yang terpenting buat masuk pasar modal sebenarnya justru bukan ilmunya, melainkan kesiapan emosi dalam menghadapi gejolak naik turunnya nilai saham. Apa yang anda lakukan jika nilai saham anda turun hingga 50% (modal sejuta tinggal setengahnya)? Jual rugi? Atau justru menambah koleksi?

Jika anda memilih opsi yang kedua, anda bisa jadi cocok menjadi investor di pasar modal.

2. Orientasi Jangka Paaaanjaaaaaaaaaaaang

Jangan terpengaruh oleh pergerakan harian atau mingguan. Tetap orientasi ke jangka panjang. Lihat grafik di bawah, dalam sepuluh tahun, tren IHSG sangat naik (istilah prokem-nya bullish). Ini sudah termasuk kejatuhan IHSG di tahun 2005 dan 2008. Bayangkan jika tahun 2000 sudah investasi di pasar modal, sekarang nilai kapitalisasinya sudah berlipat sekian ratus bahkan sekian ribu kali. Dan juga tentu saja tambahan dividen tiap tahun yang lumayan buat beli es cendol. ^_^

Untuk target di bawah tiga tahun, lebih baik jangan dimasukkan ke saham. Kecuali kalau anda sudah mengetahui gerak-gerik IHSG. Jitu meramal pergerakan besok setajam dukun beranak Tasik. Di dunia pasar modal ada dua mahzab besar: market is always wrong dan market is always right. Satu pihak berpendapat bahwa pergerakan indeks tercermin dari historikalnya Di lain pihak berpendapat, pergerakan indeks sama sekali acak, tidak ada hubungan dengan historikalnya. Dua-duanya sama-sama ilmiah, sama-sama hasil disertasi para profesor dan master-master keuangan kapitalis dunia.

3. Pakai Duit Nganggur

Duit kuliah, modal kawin jangan dimasukkan ke saham. Ber-ba-ha-ya. Salah-salah bisa di-DO dan ditinggal lari calon isteri/suami. Kenapa, ya karena gejolaknya itu tadi. Jangan sampai kita harus jual rugi karena memerlukan duit itu untuk keperluan yang mendesak.

Apa ya ada yang namanya duit turah (duit sisa)? Di sinilah pentingnya tujuan keuangan. Kebanyakan dari kita (termasuk saya), hidup dengan gaya yang di atas kemampuan kita. Kita hidup untuk hari ini dan esok. Kita tidak hidup untuk masa depan. Bahkan yang lebih ironis, kita membiayai hidup hari ini dengan hutang. Gaya hidup yang sebenarnya terlalu jauh di atas, tetapi kita harus masuk ke tingkatan itu karena teman-teman dan lingkungan kita memaksa kita untuk begitu.

**

Oke, sampai di sini dulu bahasan saya. Saya mempersilahkan teman-teman semua (mbak Vicky tentu saja yang udah tanya) untuk merenung tiga hal itu. Jika berani, saya akan lanjut bagaimana cara memilih saham yang baik dengan cepat dan instan. Sedekah komennya kakaak…. ^_^

Oh iya, supaya tidak penasaran, secara garis besar saya akan jawab pertanyaan di atas:

Saya juga orang awam, bermodal kecil, tidak terlalu banyak waktu untuk mantengin indeks IHSG. Saya memilih saham-saham yang mapan dan tidak terlalu bergejolak. Harus perusahaan besar yang labanya mencapai sekian trilyun rupiah. Masuk ke jajaran LQ45, harganya saya cari sekitar 1500 sampai 4000 supaya saya bisa beli tiap bulan. Saya berinvestasi untuk jangka panjang, sekitar 3-5 tahun, nabung buat DP untuk nyicil rumah di tahun kelima.

Modal awal saya, awal tahun 2011, lima juta. Waktu terjadi gejolak di bulan Oktober 2011 kemarin, saya belikan saham Charoen Pokphan Indonesia (CPIN) waktu harganya jatuh di 2000-an. Sekarang harganya ada di 2650-an. Sudah naik sekitar 24%. Tapi saya tidak segera mencairkannya, saya hanya menunggu harganya sedikit turun untuk menambahnya, rutin setiap bulan. Karena memang saya mau mencairkannya di tahun kelima waktu saya berharap tabungan saya ini sudah cukup untuk mencicil rumah kecil di daerah suburban Jabodetabek.

Semoga bocoran sedikit di atas menginspirasi. Oh iya, saya juga mengalami beberapa kerugian kok waktu saya belajar menjadi swing trader. Untung juga. Yah, dinamika untung rugi lah. Namanya juga belajar. ^_^

Sampai ketemu di postingan berikut…

Author: Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

13 thoughts

  1. Kenapa kok yang dipilih saham CPIN? Tahu dari mana bahwa harganya segitu? Bagaimana kita bisa tahu bahwa kalaupun sahamnya LQ45 jatuh harga maka kita nggak akan bangkrut-bangkrut amat? Bagaimana kita bisa dapet informasi tentang perusahaan yang masuk LQ45?

  2. Kenapa kok yang dipilih saham CPIN? Tahu dari mana bahwa harganya segitu? Bagaimana kita bisa tahu bahwa kalaupun sahamnya LQ45 jatuh harga maka kita nggak akan bangkrut-bangkrut amat? Bagaimana kita bisa dapet informasi tentang perusahaan yang masuk LQ45?

    Eh, terima kasih ya saya udah ditowel di Twitter supaya saya baca posting ini 🙂

    1. – CPIN memiliki fundamental yang baik, dilihat dari laporan keuangannya.
      – Harga bisa dilihat di finance.yahoo.com, atau kalau sudah jadi nasabah broker, mereka punya tools untuk melihat kondisi pasar
      – Ada alat namanya analisis teknikal, yang isinya ngulik chart, mirip nyeket togel 😀
      – Informasi bisa didapat dari BEI.

      Lebih detailnya di postingan selanjutnya yaaa… ^_^

  3. biaya2 broker daftar dll, dsb faktor biaya yang di keluarkan untuk membeli dan menjual artikel yang mana pak galih…
    terimakasih (maubelajar.com)

    trus bedanya apa pasar BEJ, BES, dan pasar luar negri, broker nya gimana tax nya gimana jam perdagangan nya monitor dsb nya gimana pak..

    Thanks

    1. – Biaya daftar gratis, dibuatin rekening khusus, langsung deposit jumlah minimal yang disyaratkan broker (broker aku mandiri sekuritas minimalnya 10 juta, 5 juta promo atau mahasiswa).
      – Biaya komisi dikenakan untuk setiap transaksi, transaksi beli 0.15%-0.18%, jual 0.25%-0.28%.
      – BEJ dan BES sudah digabung jadi satu namanya BEI.
      – Pasar luar negeri belum pernah beli ke sana, di dalam negeri banyak perusahaan bagus-bagus ^_^
      – Jam perdagangan BEI 09:30 sd 16:00, istirahat 12:00-13:00, kalo Jumat sampai 13:30
      – Untuk monitoringnya, kita akan dikasih aplikasi dari broker buat monitoring dan transaksi saham. Ada yang berbasis desktop, web, dan mobile juga.

      Begitu yaaak…. ^.^

  4. mastabh….
    Di copy dan monitor pak. Gal pencerahan nya…. Membantu sekali
    Akan tetapi andaikan saja temen saya ketiban pulung dapet warisan share misalnya cuman selembar katakanlah dari sebuah persh luar negri di perdagangkan di pasar efek luar negri…
    brokernya harus dari luar negri juga ato pegimana tax dan aturan nya pak. Gal…
    Hehehehe sekali lagi matur thanks..

    1. sudah ketemu bocoran nya pak – tapi gak tau bener ato salah..

      “harus pake broker sana, dan rata2 jarang yg menerima retail jangankan satu lot ataupun berlot2 pun susah kalo account personal”

      ya sudah lah….
      btw matur thanks

  5. Bagus sekali artikel. Penjelasannya. Bahasanya sangat mudah dimengerti bagi orang awam spt saya. Yg mau sy tanyakan, bagaimana cara membuka rekening di mandiri sekuritas jika sy posisinya di daerah (Belitung)?? Dan bagaimana transaksi selanjutnya akibat dr lokasi sy tersebut? Terus terang sy sgt tertarik untuk berinvestasi saham

  6. Saya kmrin buka rekening 100rb karena lagi ada promosi untuk mahasiswa, trus mau mulai beli itu gimana yah? Saya masih bingung memilih perusahaan itu dari apa nya? Dan bagaimana bisa tau kedepannya kalo perusahaan nya gak trus berkembang? Trua knp memilih perusahaan yang fundamental maksudnya perusahaan apaan itu? Dan lebih baik untuk mahasiswa seperti saya saham apa yang cocok? terimakasih

  7. Masih punya sisa brapa lot mas galih 🙂 , CPIN per tanggal 10 Desember 2018 harganya sudah wow Rp 7.000 per lembar. Saya juga baru mulai masuk.saham karena terpapar iklan yuk nabung saham nya idx.

    1. Wah, sundul gan di postingan lama ini hehehe…. Semangat ya, tapi harus hati-hati dengan istilah nabung sahamnya IDX, aku agak kurang sreg dengan istilah itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *