Yahoo! Messenger, Riwayatmu Kini

Sepuluh tahun yang lalu, Yahoo! Messenger adalah aplikasi chatting yang mulai naik daun setelah IRC yang sangat populer waktu itu (ingat mIRC? als pls…). Saya masih ingat dulu waktu membuat email fox_galih [at] yahoo [dot] co [dot] uk berkuota 6 MB di warnet di kantor Telkom Tulungagung — tarifnya Rp. 6000 per jam dengan kecepatan sekitar 56 kbps. Kencang sekali bagai kilat.

Waktu kuliah, Y!M telah menjadi alat komunikasi standar. Dan karena dianggap boros bandwidth dan tidak ada relevansinya dengan kuliah, koneksi Y!M (melalui port legendaris 5050 itu hehe) pun diblok admin lab jahanam (saya sebut “jahanam” karena mereka mendapatkan privileges khusus). Tetapi memang itulah masa jayanya Y!M diwaktu bandwidth masih merupakan barang mewah. Tiap kali nyambung ke internet, urut-urutan yang dibuka adalah: Email Yahoo!, aplikasi Yahoo! Messenger, dan kemudian Friendster.

Saking mewahnya, salah satu motivasi menjadi admin lab adalah agar punya akses internet gratis tanpa blokir siapapun. Saya merasakan sensasi yang aneh ketika dini hari itu saya dikenalkan Mas Sokam, senior saya, lab ITSnet, puncak dari segala koneksi internet di ITS. Lantai 6 perpustakaan yang berhantu, Linux Debian Sarge, dan aplikasi Y!M for Linux! Menjadi admin lab ITSnet rasanya seperti menjadi dewa bandwidth yang mengatur segala lalu lintas koneksi.

Online di Y!M hampir 24 jam. Saya sampai sekarang masih menyimpan beberapa arsip chatting saya dengan Indri yang waktu itu kuliah di Vancouver Canada, lalu kemudian Tiwi si Rainy Me yang kuliah S2 di Melbourne. Curhat-curhat-an dengan mengetik teks yang panjang. Cara curhat yang aneh tapi memang bisa jadi lebih nyaman karena saling tidak melihat ekspresi muka.

Sekarang? Anehnya ketika era mobile tiba, ketika bandwidth sudah relatif murah, Yahoo! Messenger seperti ditinggalkan. Sekarang orang lebih suka aplikasi chatting mobile yang lebih reliableΒ seperti BlackBerry Messenger, Apple iMessage, dan WhatsApp. Mungkin itulah titik lemah Y!M di mobile – tidak se-stabil aplikasi yang benar-benar untuk mobile. Sering saya mengalami sign out otomatis karena koneksi yang putus.

Y!M masih ramai lho. Artinya semua masih suka login di Y!M. Tetapi berapa banyak dari kita yang menggunakannya seperti di masa-masa 2000-2007-an? Saya meskipun online sudah sangat jarang berinteraksi dengan teman-teman yang juga online. Kalaupun chatting biasanya tukar nomor PIN dan kemudian pembicaraan dilanjutkan di BBM atau WhatsApp. Dan karena itu saya jadi malas login ke Y!M. Orang pada online, tapi seperti diam semua.

Hehehe, apakah teman-teman masih aktif memakai Y!M?

Published
Categorized as Internet

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

9 comments

  1. Saya sudah lupa kapan terakhir kali buka YM, hahahaa. YM sepertinya tidak menyenangkan lagi sejak banyak dari teman-teman saya yang e-mail-nya dibajak orang, lalu pembajak itu mengirimkan hoax-hoax jelek yang mengganggu semua orang di daftar kontaknya.

    YM sendiri juga bikin HP jadi boros batre kalo di-online-kan terus-menerus.

    Tapi saya juga nggak suka pakai What’s App Messenger karena sifatnya yang bisa bikin orang nge-ping kita seenaknya tanpa bisa kita hindari (lah, BBM juga sama)

    Well, I don’t like chatting anyway, kecuali untuk keadaan yang penting sekali. Jadi kalaupun YM mati pun gak masalah πŸ˜€

  2. YM masih penting kalo untuk urusan jualan, dan saya masih menggunakan itu secara rutin. Memang tidak sebanyak dulu yang diskusi via YM, yang serius biasanya langsung telepon :d

    1. ya , karena room di ym dihapus jadi jarang yg ol pake ym, coba kalo roomnya dihidupin lagi, pasti dunia ym akan rame lagi, bisa buat nyari temen ngobrol kala kesepian.

  3. Masih! Segala kegiatan di kantorku selain lwt email, menggunakan ym juga. Skrg udah gak brani pasang status aneh2 lagi deh di ym, karena skrg di dalamnya ada akun beberapa orang2 penting kantor πŸ˜›

  4. Kalau saya sih jelas masih make lah mas, coz gak punya BB, juga karena handphone saya gak sesuai dengan keinginan untuk punya pulsa unlimited πŸ˜€

    Lagian sampai sekarang aja, masih suka makai ym lho πŸ™‚

Leave a Reply to budiono Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *