Antara Pamer dan Promosi

Seorang teman saya (akhir-akhir ini inspirasi ngeblog-nya kok dari “seorang teman saya” mlulu), sedang meniti karier barunya sebagai agen konsultan MLM. #nomention. Seorang pekerja keras yang saya yakin dia juga akan sukses di bisnis barunya ini (amin). Dari notes-notes-nya di Facebook, saya melihat hal-hal yang unik dari para agen MLM itu:

  • Menjadi Mario Teguh dadakan, memotivasi untuk bersemangat dengan kata-kata yang agak terlalu berbusa-busa.
  • Bercerita dengan kesuksesan kilatnya meniti karier demi karier di jenjang jaringan struktur bertingkatnya. Bahwa telah mendapatkan gaji atau bonus sekian juta hanya dalam sekian minggu.

Wow, jadi apakah MLM itu bisnis yang mudah, bisa dikerjakan dari rumah (kadang-kadang ditambah embel-embel, sambil ongkang-ongkang kaki)? Saya selalu percaya bahwa tidak ada yang mudah untuk mendapatkan sesuatu. Ada hal-hal yang membutuhkan kerja banting tulang sehari semalam — di bidang apapun, tidak terkecuali MLM. Menurut saya seharusnya hal itu disadari oleh para pemimpi yang menganggap MLM itu bisnis yang mudah dan cocok bagi semua orang.

Saya jadi melihat kesamaan antara agen MLM ini dengan para trader pasar modal. Selalu saja ada yang pamer (yang menjengkelkan) dengan kalimat provokatif, “… yang minggu lalu mengikuti rekomendasi saya untuk beli saham XYZ, salam profit dan salam cuan.” Sebel karena saya tidak mengikuti rekomendasinya, hahaha…

Siapa yang bilang pasar modal adalah tempat mendapatkan uang dengan cara gampang sehingga dianggap bagaikan meja judi yang legal? Menjadi praktisi pasar modal yang baik juga butuh kerja keras — menganalisis chart, mengikuti berita, dan menyisihkan waktu untuk memelototi pergerakan IHSG. Karena kesibukan saya sebagai karyawan, saya sering kelewatan momen penting (dan karena itu saya sedang mencoba mengubah gaya berjualan saya).

Kalau mengikuti cara para agen MLM itu (entah pamer entah promosi), di tiga bulan pertama saya, saya bisa profit hingga 30%! Bayangkan, uang 10 juta menjadi 13 juta hanya dalam tiga bulan. Setahun sudah berapa tuh? Sekitar 22 juta atau 120% dari modal! Itu kalo duit 10 juta. Kalau 50 juta? Wah, bisa kaya mendadak dong saya, hahaha… (dan saya sudah pernah membayangkan mau beli mobil dan rumah tahun depan 😀 ).

Dan kalau Anda percaya bahwa hasil jualan saya mencapai segitu, padahal kinerja IHSG tahun ini saja tidak lebih dari 2%, Anda mungkin termasuk kaum pemimpi, hehehe..

Intinya, tidak ada sesuatu yang gampang seperti itu. Ketimbang bermimpi, mari bangun dan mulai bekerja sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit tak iye. Salam zuper!

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

3 comments

  1. duuh, ga lagi2 deh berurusan dengan orang MLM. Capek. Lebih capek ketimbang dikejar rentenir.
    Tapi, menurut Soleh Solihun di Stand-up comedy, hidup belum merasa sempurna kalau belum didatangi “MLM”

  2. haha.. barusan dikejar2 agen MLM yang katanya dalam 3 bulan sudah untung 17 juta dari jualan obat pelangsing tubuh

    lalu saya tanya, kamu udah habis berapa buat dapat 17 juta itu?

    34 juta! hwkwkwkwkkwkwkwkw…

    bathi dengkule kui? :))

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *