Menengok Ekonomi Makro Indonesia

Sebagai seorang investor retail (baca: kecil) di hiruk pikuk pasar modal dan reksadana di Indonesia, maka mengetahui kondisi ekonomi Indonesia adalah wajib hukumnya bagi saya. Ini penting untuk pemilihan dan penyusunan portofolio investasi di tahun 2012. Tahun 2011 saya anggap saya cukup lulus dengan lumayan, bisa lolos dengan selamat dari statistik 85% trader gagal di tahun pertamanya – bahkan (insya Allah) finish dengan return positif di atas kinerja IHSG.

Jadi, bagaimana iklim investasi di Indonesia? Ditinjau secara makro, Indonesia memiliki dasar yang sangat kuat untuk dijadikan tujuan investasi yang menarik. Mari kita lihat tabel di bawah ini:

 

1998

2010

2011

Inflasi (%)

IHSG

PDB (%)

Inflasi (%)

IHSG

PDB (%)

Inflasi (%)

IHSG

PDB (%)

Q1

25.00 541

-4

3.65 2,613

5.43

6.84 3,522

6.5

Q2

46.00 446

-12

4.37 2,837

5.69

5.89 3,795

6.5

Q3

75.00 277

-18

6.15 3,134

6.19

4.67 3,912

6.5

Q4

78.00 398

-20

6.32 3,635

5.82

     

 

Di tahun 2011, inflasi menurut saya normal, bahkan ada bulan-bulan dimana kita mengalami deflasi. Produk Domestik Bruto (PDB/ Gross Domestic Product – GDP) kita tumbuh 6,5%, lebih baik daripada tahun 2010. IHSG masih tumbuh secara konsisten. BI Rate rendah, di titik 6%. Kondisi ini ibarat bumi langit jika dibandingkan dengan tahun 1998 waktu Indonesia mengalami krisis moneter. Pertumbuhan PDB negatif, inflasi luar biasa tinggi gila-gilaan.

Selain itu, menurut teori Ekonomi (entah yang mana, pokoknya saya dapet di kuliah kemarin), rumus pertumbuhan bisa dibentuk dari formula semacam ini:

Growth = C + I + G + (X – M)

Dimana C = Consumption, I = Investment, G = Government Spending, X = Export, dan M = Import.

Setidaknya, ditinjau dari konsumsi, jelas kita sangat konsumtif, terlihat dari penuh sesaknya mal-mal dan terus dibangunnya pusat-pusat perbelanjaan. Lalu APBN kita termasuk defensive funding, defisit anggaran “hanya” 1-1,5% dari PDB. Hal ini cukup membuat optimisme terhadap pertumbuhan Indonesia. Ada anekdot bilang, pemerintah “tidur” dan korup seperti sekarang ini saja, Indonesia tumbuh dengan cukup mengagumkan, apalagi jika didukung pemerintahan yang bersih, pembangunan infrastruktur yang pesat, pemberantasan korupsi, dll. Bukan tidak mungkin kita akan menjelma menjadi pendamping Cina di Asia Pasifik sebagai kekuatan baru ekonomi dunia.

Amerika, Eropa, telah habis eranya, saatnya giliran Asia. Asal tahu saja, pemegang obligasi Amerika terbesar sekarang adalah Cina. Bayangkan apa yang terjadi jika Cina melepas semua obligasinya. Amerika akan collaps lagi. Makanya sekarang Amerika lagi takut banget sama Cina, sampai-sampai mendirikan pangkalan militer dimana-mana yang menghadap ke Cina.

Nah, dengan fundamental yang kuat seperti ini, kemudian menyadari krisis di Amerika dan Eropa, Indonesia tentu menjadi pilihan tujuan investasi yang sangat menarik. Jika belum merupakan investasi di sektor real, maka hot money yang akan masuk duluan ke produk-produk keuangan seperti pasar modal dan obligasi.

Lalu Investasi Apa Dong?

Tidak ada alasan untuk menunda investasi di 2012 dan memilih menyimpan uang di tabungan dan deposito (hei, BI rate cuma 6%). Krisis Eropa akan tetap menjadi sentimen negatif, tetapi hal itu bisa dijadikan kesempatan emas untuk masuk produk investasi. Anggap sedang diskon night sale besar-besaran. Saat IHSG crash, itu adalah saat terbaik masuk ke pasar modal karena semua saham sedang murah-murahnya. Saham-saham terbaik akan recovery dengan cepat dan langsung berlari.

Soal memilih produk investasi, tetap sesuaikan dengan profil risiko kita. Tetapi rasa-rasanya deposito, reksadana pendapatan tetap dan pasar uang kurang menarik karena suku bunga yang begitu rendah. Logam mulia dan reksadana campuran akan menjadi pilihan tepat untuk investasi dengan risiko moderat dengan rentang waktu 1-3 tahun. Bahkan sekarang saat saya menulis ini, return keduanya lebih tinggi dibanding saham dan reksadana saham. Untuk investasi risiko tinggi dan jangka di atas 3 tahun, saham dan reksadana saham akan menjadi pilihan yang bagus.

Saya sekarang sedang bertindak seolah-olah seperti manajer investasi yang sedang menyusun portofolio investasi bagi dana saya sendiri. Berapa porsi untuk investasi moderat, berapa porsi untuk investasi agresif, dan berapa porsi untuk belajar trading. Kalau pengen dibuatin investment plan, boleh kontak saya. Free, karena ini amatiran, heheheh…

Data: Situs Bank Indonesia, Badan Pusat Statistik, dan Departemen Keuangan. Data tahun 1998 diambil dari buku Happy Investing, Jhon Veter. Formula Ekonomi Y = C + I + G + (X – M) dari kuliah Luxury for the Mass: Building Luxury Brand in Indonesia, Bpk. DR. Jacky Mussry (Markplus & Co.).

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

6 comments

  1. Mas Galih,walaupun saya belum begitu paham tentang saham dan investasi yang lain2 kecuali menabung di “bumbung bambu”. Mohon pencerahan,misalnya sy punya dana cash 15 juta unt invest, dan alokasi dana bulanan untuk investasi adalah 1 juta,bagaimana sy dapat memulai investasi via reksadana/sahamnya? terima kasih.

    1. Mas Pras, sebelum kesana, kita harus definisikan tujuannya buat apa dulu. (Beli rumah? Mobil?). Biar lebih gampang alokasi portofolio investasinya. Coba bikin dulu daftar keinginan/rencana.

      Tapi kalau susah belum ada gambaran dan pengen icip-icip dulu seperti apa rasanya investasi, mungkin bisa coba reksadana campuran. Yang 15 juta itu jangan dipake dulu, alokasikan saja yang dana bulanan secara rutin beli RD. Nanti kalau sudah lifestyle-nya udah ganti ke gaya investasi, baru yang 15 juta itu bisa dipertimbangkan lagu mau diarahkan ke mana.

      Apa itu reksadana ada panduan bagus di ebook ini: http://www.bapepam.go.id/reksadana/files/edukasi/BerwisataReksaDana.pdf. Kita tinggal ke bank (misalnya Mandiri, BNI, BCA, Commonwealth) agen penjual, lalu bilang mau beli RD. Disana dikasih daftar RD yang dijual, kita pilih salah satu (tapi sebaiknya milihnya sebelum ke Bank). Lalu tanda tangan banyak berkas. Udah beres. Tiap bulan kita dikirimi perkembangan investasi kita sama manajer investasi RD itu.

  2. Terima kasih mas Galih atas pencerahannya. Saya akan mulai investasi. Yang 15 jt akan saya deposito terlebih dahulu, lalu mulai RD campuran dan Danareksa indeks syariah.Nanti tanya tanya lagi deh.Sekali lagi makasih.

  3. Mantab sekali Pak Galih, xixixixi

    bagaimana cara membaca dan mempelajari prospektus, apakah akan di bahas juga..

    btw piye kabare ndut, sehat?

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *