Rileks itu Soal Hati

Minggu malam, saya ngetwit,

Weekend yang sempurna. Bisa rileks, bisa nulis buku 40 halaman, belajar web service dengan CXF, dan belajar JSF2.

Dan ada beberapa respon yang merasa heran dengan twit itu. Belajar bisa membuat saya rileks? Oui, oui, ada banyak hal yang bisa membuat saya merasa santai. Membaca, makan, foto-foto, main musik, nulis blog, baca partitur musik, sampai coding for fun (belajar webservice dan JSF2 adalah bagian coding for fun). Jalan-jalan liburan seringkali tidak bisa membuat saya rileks kalau di kepala masih ada beban pikiran.

Buat saya, santai itu adanya di hati. Santai adalah ketika pikiran enteng ga ada beban (pekerjaan, deadline tugas kuliah, target tertentu dll). Boleh jadi secara fisik bisa santai berbaring di tepi pantai begitu, tetapi tetap aja namanya nggak bisa rileks kalau pikiran juga tidak bisa merasa santai. Dan terus terang saya jarang bisa merasa begitu. Liburan mudik lebaran kemarin sama sekali tidak enak karena ada beban pikiran.

Ketika beban itu hilang, rasanya enteng banget. Senang sekali. Sempat kepikiran mau merayakan dengan minggat sebentar. Yang sempat ada di pikiran: Bogor, Bandung, dan Cirebon. Tapi saya pikir-pikir lagi, saya ingin bersantai di kasur saja.

Dan itu yang saya lakukan. Bisa santai berdiam di kamar ini kemewahan tersendiri. Bangun tidur siang. Abis gitu golar goler aja sambil nonton gosip di TV yang lagi bahas ustadz Solmed yang baru kawin. Lalu melakukan hal yang pengen dilakukan: lanjutin nulis buku dengan tingkat mood tertinggi. Saya memang sedang menulis beberapa draft – 2 draft soal keuangan dan satu draft lagi essay fotografi. Rencananya semuanya akan saya publish free. Saya akan cetak beberapa sebagai hadiah untuk teman-teman terdekat.

Terus saya bisa belajar framework yang baru buat saya: JSF2 dan Spring Webservice. Saya biasa pakai Struts-Spring-Hibernate, tetapi kantor memutuskan untuk membuat standardisasi platformnya berbasis JSF. Jadi saya harus belajar lagi. For me, it’s really-really fun. Makanya jadi santai dan rileks.

Konsep saya tentang santai sederhana saja yak? Sayangnya, kadang-kadang yang sederhana itu menjadi kemewahan buat saya. Selagi masih bisa, yuk, bersantai dulu…. hehe…

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

1 comment

  1. Wah.. Mau dong om cetakan Bukunya… Blog ini bener-bener menginspirasi saya… Padahal kita dulu satu sekolah waktu SMA… Tapi Nasib Memang selalu Berbeda… Keep Writing

Leave a Reply to arif yanuar Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *