Speed Reading yang Merusak

Apa itu speed reading? Speed Reading adalah salah satu cara untuk membaca teks yang cukup panjang dengan hanya membaca pokok-pokok pikiran di setiap paragrafnya. Dimana letak pokok pikiran sebuah paragraf? Mayoritas paragraf kalau tidak di awal ya di akhir. Jarang yang di tengah atau semua kalimat adalah pokok pikiran.

Cara ini sangat efektif untuk menghemat waktu karena kita bisa segera mengerti apa yang menjadi bahasan teks itu. Cara ini banyak dilakukan oleh blogger yang sedang blogwalking. Di daftar feed-nya ada puluhan artikel yang harus dibaca, dan kalau dibaca detail satu-satu bisa menghabiskan waktu seharian sendiri. Apalagi, sifat layar komputer itu membuat mata cepat lelah. Saya tidak pernah bisa tahan baca buku PDF beratus-ratus halaman itu di layar monitor.

Masalahnya, tidak semua artikel bisa dibaca dengan speed reading. Saya sering menemukan komentar-komentar yang sebenarnya jawabannya sudah dibahas di artikel tersebut. Dan berbahayanya, kebiasaan speed reading ini semakin mengurangi kemampuan membaca dengan detailnya. Karena terbiasa membaca cepat, kita terlalu sering melewati detail-detail penting, dan akhirnya merasa cepat bosan dengan bacaan berat yang menuntut untuk membaca dan mengerti setiap detail.

Paling tidak saya sudah mengalami ini. Karena sering blogwalking dan membaca kicauan-kicauan pendek di Twitter, saya jadi semakin sulit membaca buku yang berat. Dan ketika saya menyadari ini, saya mulai berjuang untuk membaca lebih lambat dan meresapi setiap detail paragrafnya.

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

  1. speedreading cocok untuk tulisan yang tertata, biasanya ditulis oleh penulis yang sudah ahli..

    di jurnal2 ilmiah sering kita temui artikel yang pokok pikirannya selalu ada di depan sebuah paragraf, atau di akhirnya..

    kalo di blog, hm… no komen :d

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *