Catatan Minggu Ketiga

Ya Allah,
Mungkin aku tidak sesensitif mereka
yang bisa menangis tersedu bahkan meraung-raung saat memohon kepada-Mu
saat imam melantunkan nada-nada sendu untuk doa-doa qiyamul lail

Ya Rahman yang Maha Pengasih,
Mungkin aku yang masih jauh dari Engkau
yang belum bisa merasakan kedekatan-Mu
yang belum bisa khusyuk dalam keheningan shalat
yang belum bisa syahdu dalam memanjatkan doa

Ya Rahim yang Maha Penyayang,
Sungguh aku merasa terasing diantara ribuan jamaah
Berdiri menengadahkan tangan, amin… amin… amin… bersedu sedan

Ya Aziz yang Mahamulia,
Ingin saya juga bisa menangis memohon kepada-Mu
Tapi bukankah ketulusan doa tidak harus larut dalam tangis?
Engkau Maha Mendengar doa-doa, bahkan untuk doa yang tak terucap
Doa yang dibisikkan dari dalam hati
Dalam keheningan dan kebeningan hati

Ya Ghofar yang Maha Pengampun,
Sungguh kami telah menganiaya diri sendiri
Sungguh jika Engkau tidak mengampuni diri ini
Tidak mengasihi diri ini
Sungguh kami benar-benar menjadi orang yang merugi
Maha ampunilah dosa-dosa kami…

Rabbana dzalamna anfusana
Wa ilam taghfirlanaa
Wa tarhamna lanakunanna minal khasyirin

By Galih Satriaji

Bookaholic, Workaholic. Chubby. That's me!

2 comments

Leave a Reply to budiono Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *